Fanny Jane Crosby: Kidung Indah dari Kegelapan

Bagaimana perasaan Saudara jika Saudara mengalami cacat fisik atau buta seumur hidup ? Pasti sangat sulit dibayangkan jika hal itu terjadi dalam hidup kita bukan ?! Biasanya kita berpikir jika mengalami cacat fisik, misalnya kita menjadi buta, maka kita tidak sempurna sebagai manusia. Dan biasanya kita merasa malu kalau mata kita menjadi buta. Bahkan, ada pula orang tua yang tega membuang bayinya yang baru lahir karena bayinya itu buta. Sungguh kejam tindakan orang tua tersebut. Tapi orang yang memiliki cacat fisik, sebenarnya mereka adalah orang yang sangat istimewa. Mereka memiliki kelebihan yang sangat jarang dimiliki oleh orang yang fisiknya sempurna. Orang yang memiliki cacat fisik juga bisa melayani Allah dengan kemampuan yang tidak tertandingi.

BUTA SEJAK MASIH BAYI
            Ada seorang wanita buta yang telah dipakai Allah untuk mengarang syair lagu-lagu Kristen secara luar biasa. Nama wanita buta itu ialah Fanny Jane Crosby. Dia lahir dengan normal pada tanggal 24 Maret 1820. Pada waktu dia baru berumur 6 (enam) minggu, dia menderita infeksi di matanya. Lalu karena dokter yang biasanya mengobati keluarganya sedang pergi ke luar kota, mereka meminta kepada seorang yang mengaku dokter di daerah itu untuk mengobati. Tapi ternyata setelah diobati, hasilnya sangat mengerikan, yaitu mata Fanny yang masih bayi itu menjadi buta total. Melihat keadaan itu orang tua Fanny menjadi sedih sekali. Dan kesedihan mereka bertambah lagi karena beberapa bulan kemudian ayah Fanny meninggal dunia. Untuk menghidupi keluarganya, ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Fanny yang buta dan masih kecil dititipkan kepada neneknya. Dengan sabar, sang nenek mendidik Fanny, mengajarkan cara berdoa juga membaca ayat-ayat Alkitab. Karena mata Fanny buta, dia tidak dapat bersekolah di sekolah umum seperti anak-anak sebayanya.

Namun kekurangannya dalam penglihatan ternyata diimbangi dengan kepekaannya menulis puisi dan lirik lagu. Sepanjang hidupnya dia telah melahirkan hampir 8000 lagu dan 3 buku kumpulan puisi. Dia menulis lagu-lagu pop, lagu bertema patriotik dan lagu pujian (hymne). Gadis kecil itu bernama Fanny Crosby,lengkapnya Frances Jane Crosby.

Selama hidupnya, Fanny Crosby merupakan figure yang dikenal di seluruh Amerika. Dia dijuluki “Ratu Penulis Lagu Gospel”. Beberapa lagu pujian karyanya yang terkenal antara lain : Blessed Assurance (KJ No. 392 Kuberbahagia), Pass Me Not, O Gentle Savior (KJ No. 26 :Mampirlah Dengar Doaku), All The Way My Savior Leads Me (KJ 408 Di Jalanku Ku Diiring), I Must Have The Savior With Me (KJ 402 Kuperlukan Juru’Slamat), Safe in The Arms of Jesus (KJ No. 388 S’lamat Di Tangan Yesus). Jesus, Keep Me Near The Cross (KJ 368 Pada Kaki Salimu),dll.Bahkan setelah Fanny meninggalpun, 3000 gereja di seluruh Amerika Serikat memperingati 105 tahun Fanny Crosby pada tahun 1925.

NENEKNYA MENGAJARI DIA MENGHAFAL AYAT-AYAT ALKITAB
Fanny ternyata memiliki kemampuan menghafal yang luar biasa, dia bisa hafal seluruh kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Amsal, dan Pasal-pasal dalam kitab Mazmur. Sungguh hebat bukan ?! Kemampuannya menghafal isi Alkitab ini membuat orang lain terkagum-kagum. Fanny bersyukur, karena dengan kebutaannya ini, dia malah bisa meningkatkan kemampuannya menghafal secara luar biasa. Kemampuannya menghafal ayat Alkitab itu pula yang membuat Fanny bisa mendapatkan tema, inspirasi, dan kata-kata yang indah untuk menuliskan syair lagu-lagu Kristen. Fanny juga sangat pandai membuat puisi. Saat umurnya 8 tahun dia menulis puisi yang sangat indah berikut ini :

Oh, aku anak yang sangat berbahagia
Meskipun aku tidak bisa melihat
Aku memutuskan bahwa di dunia ini
Aku akan berpuas hati
Begitu banyak berkat ku nikmati
Yang tidak orang lain dapati !
Untuk menangis atau berduka karena aku buta
Aku tak akan melakukannya

Fanny tidak pernah bersedih karena dia buta, yang membuatnya sedih ialah dia tidak bisa bersekolah seperti teman-temannya yang lain, yang normal penglihatannya.

BELAJAR DAN BEKERJA
Untunglah, saat mendekati ulang tahunnya yang ke-15, Fanny mendapat berita yang sangat menggembirakan, yaitu ibunya berhasil mengumpulkan biaya untuk menyekolahkan Fanny ke ‘The Institution For the Blind’ di New York. Ini adalah satu-satunya sekolah untuk anak-anak buta di Amerika pada waktu itu. Di sekolah ini Fanny menjadi murid teladan dan kemampuan mengarang puisinya berkembang pesat. Bahkan pada umur 23 tahun, dia mendapat kesempatan menjadi wanita pertama yang diijinkan berpidato di depan Kongres Amerika (semacam DPR) di kota Washington D.C. Di sana Fanny tidak membaca pidato atau bercerita, tapi dia melantunkan beberapa puisi tentang kasih dari Sang Juru Selamat. Para pemimpin Amerika sangat tersentuh dengan puisi-puisi Fanny. Dan sejak saat itu dia banyak berteman dengan para pemimpin negara Amerika, termasuk berteman dengan beberapa presiden Amerika. Fanny kemudian menjadi guru di sekolah tempat dia belajar. Namun hal yang mengagetkan, meskipun Fanny sudah menghafal banyak sekali isi Alkitab, ternyata Fanny baru bertobat sungguh-sungguh dan menerima Kristus pada saat dia berumur 31 tahun. Hal itu terjadi dalam suatu Kebaktian Kebangunan Rohani yang dia hadiri.
Kemudian pada umur 38, Fanny yang selain pandai membuat puisi, juga pandai memainkan harpa dan piano, menikahi Alexander van Alstine, seorang buta yang merupakan pemain organ terkenal di New York. Mereka kemudian mendapatkan seorang anak, tetapi saat masih bayi, anak mereka meninggal dunia.

Awal Ketertarikan pada Musik

Saat usianya 8 tahun, Fanny dan ibunya pindah ke Connecticut. Mereka mengikuti kebaktian setiap hari minggu di Gereja Presbyterian.Ibu dan neneknya menanamkan ajaran Kristen Prostestan dengan membantunya menghapal ayat-ayat panjang Alkitab. Sejak usia 10 tahun, dia harus menghapal 5 bab Alkitab. Saat berusia 15 tahun dia telah hapal Kitab Amsal, Kidung Agung dan beberapa bab kitab Mazmur.Tahun 1832 seorang guru musik datang 2 kali seminggu ke desa mereka dan mengajar pelajaran menyanyi kepada Fanny dan teman-teman sebayanya. Saat itu, Fanny juga mengikuti ibadah di gereja Methodist dan sangat menyukai lagu-lagu pujian mereka.

Sebelum tepat menginjak usia 15 tahun, Fanny Crosby mendaftar di Institute untuk Orang Buta di New York (NYIB). Sekolah ini adalah sekolah yang dibiayai Negara. Dia tinggal di sana selama 8 tahun sebagai siswa dan 2 tahun sebagai alumni. Fanny belajar memainkan piano, organ, gitar dan harpa. Dia juga menjadi seorang penyanyi sopran yang bagus.

Puisi

Sebenarnya Fanny Crosby merasa enggan mempublikasikan puisi-puisinya karena menganggapnya sebagai “karya yang belum selesai”. Namun atas desakan NYIB, buku puisi pertamanya diterbitkan pada bulan April 1844 berjudul “A Blind Girl and Other Poems” (Seorang Gadis Buta dan Puisi-puisi Lainnya). Buku ini juga memuat hymne pertamanya berjudul “An Evening Hymne”, berdasarkan Mazmur 4: 8. Dia juga menerbitkan 2 buku puisi lain yang masing-masing berjudul “A Blind Orphan Girl” dan “ A Wreath Columbia’s Flower” , yang berisi 4 buah cerita pendek dan 30 puisi.

Inspirasi Lagu

Lirik lagu ciptaan Fanny terinspirasi dari berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya. Lirik lagu Pass Me Not, O Gentle Saviour (“Mampirlah dengan Doaku”) dibuat setelah Fanny berbicara dalam pelayanan di sebuah penjara di Manhattan dan mendengar komentar para tahanan agar Tuhan tidak meninggalkan mereka. Namun di sumber lain disebutkan bahwa lirik lagu ini dibuat Fanny karena terinspirasi dari cerita Alkitab mengenai orang buta yang mendengar kedatangan Tuhan Yesus berteriak agar Yesus tidak melewatinya dan mau menghampirinya. Musiknya dibuat oleh Phoebe Knapp, seorang industrialis yang mempublikasikan banyak lagu-lagu Fanny Crosby. Lirik lagu aslinya antara lain seperti berikut:

Pass me not, O gentle Savior,
Hear my humble cry;
While on others Thou art calling,
Do not pass me by.

    • Refrain:
      Savior, Savior,
      Hear my humble cry,
      While on others Thou art calling,
      Do not pass me by.

Lagu “I am Thine O Lord” (KJ No. 362: Aku Milikmu, Yesus Tuhanku) ditulis bersama William H.Doane, menyuarakan panggilan Fanny untuk mensucikan kehidupan orang-orang Kristen.Fanny Crosby memiliki pemahaman iman Kristen yang berakar dari paham Puritan yang dikembangkan gereja Methodist dan Holiness Movement. Salah satu bait syairnya berbunyi:

    1. I am Thine, O Lord, I have heard Thy voice,
      And it told Thy love to me;
      But I long to rise in the arms of faith
      And be closer drawn to Thee. 

      • Refrain:
        Draw me nearer, nearer blessed Lord,
        To the cross where Thou hast died;
        Draw me nearer, nearer, nearer blessed Lord,
        To Thy precious, bleeding side.

 

  1. Consecrate me now to Thy service, Lord,
    By the pow’r of grace divine;
    Let my soul look up with a steadfast hope,
    And my will be lost in Thine.

Fanny Cross menikah tahun 1858 dengan Alexander van Alstynem seorang tuna netra dan juga pemusik. Tahun 1859, putrinya lahir namun meninggal dalam tidur setelah lahir. Kematian putrinya tersebut menginspirasi Fanny menulis syair lagu” Safe in the Arms of Jesus” (KJ No 388: S’lamat Di Tangan Yesus) dengan lagu dibuat oleh William H.Doane . Fanny mungkin ingin menggambarkan bahwa jiwa putrinya sudah selamat di tangan Yesus melalui liriknya:

Safe in the arms of Jesus,
Safe on His gentle breast;
There by His love o’ershaded,
Sweetly my soul shall rest.
Hark! ’tis the voice of angels
Borne in a song to me,
Over the fields of glory,
Over the jasper sea.

  • Refrain:
    Safe in the arms of Jesus,
    Safe on His gentle breast;
    There by His love o’ershaded,
    Sweetly my soul shall rest.

MENJADI PENGARANG SYAIR LAGU KRISTEN
Sampai umurnya 40-an, Fanny belum menciptakan syair lagu untuk nyanyian Kristen, tapi dia sudah menjadi pencipta puisi yang sangat terkenal. Kemudian melalui seorang pendeta dari Dutch Reform, Fanny dipertemukan dengan William Bradbuny, seorang komposer lagu yang terkenal. William sudah mendengar tentang Fanny dan ingin bertemu dengannya. Kemudian William meminta Fanny untuk menulis syair puisi untuk lagu Kristen. Akhirnya pada tahun 1864, saat Fanny berumur 44 tahun, dia menciptakan syair puisi untuk lagu Kristennya yang pertama.
Sejak saat itu Fanny Crosby dikontrak oleh penerbit buku ‘Bigelow and Main’ di New York dan diberi tugas untuk menulis 3 buah syair untuk lagu rohani setiap minggu. Syair-syairnya itu kemudian diterbitkan dalam buku untuk pengajaran Sekolah Minggu. Dan penerbit itu memiliki koleksi 5.900 syair rohani dari Fanny Crosby. Mereka memberikan tunjangan finansial untuk kehidupan Fanny sampai akhir hidupnya.
Hingga meninggalnya, Fanny telah menulis lebih dari 8000 syair untuk lagu rohani. Namun Fanny tidak selalu mencantumkan namanya sebagai pengarang syair yang dia buat. Fanny memakai tidak kurang dari 200 (dua ratus) nama samaran, dia tidak mau dikenal sebagai pengarang dari begitu banyak lagu rohani. Sungguh luar biasa karyanya, dia merupakan penulis syair terbanyak yang pernah ada. Kebutaannya membawa berkat yang luar biasa bagi umat manusia, sampai sekarangpun syair-syair lagu rohani Fanny Crosby masih dinyanyikan di mana-mana oleh berjuta-juta orang percaya di seluruh dunia, diterjemahkan ke dalam berpuluh-puluh bahasa.

SYAIR LAGU ‘BLESED ASSURANCE’
Salah satu syair lagu karangan Fanny Crosby yang terkenal adalah ‘Blessed Assurance’. Penciptaan syair lagu ini memiliki kisah yang unik. Fanny Crosby memiliki banyak sahabat, dan salah satunya adalah nyonyaPhoebe Knapp. Phoebe ini adalah seorang yang kaya dan pandai memainkan organ, dia juga senang menciptakan melodi untuk lagu rohani. Pada tahun 1873, saat Fanny berumur 53 tahun, pada suatu hari Phoebe datang ke rumah Fanny Crosby. “Tante Fanny, saya baru saja menciptakan melodi untuk lagu rohani. Coba dengarkan ya, saya akan memainkannya”. Phoebe lalu duduk di depan piano dan mulai memainkan melodi lagu ciptaannya. Fanny Crosby menurut kesaksiannya sendiri tidak pernah mengarang syair lagu rohani tanpa terlebih dahulu berdoa. Jadi mungkin sekali pada saat itu Fanny berlutut sejenak untuk berdoa. Phoebe selanjutnya memainkan melodi lagu ciptaannya untuk kedua kalinya, lalu untuk ketiga kalinya. Sambil menoleh  kepada tante Fanny, dia bertanya “Tante Fanny, apa yang dikatakan oleh not-not yang saya mainkan tadi?”
 Pada saat itu juga Fanny berkata : “Blessed assurance Jesus is mine” (Ku berbahagia yakin teguh). Dalam waktu tidak lebih dari 5 menit, keseluruhan syair lagu itu yang terdiri dari 3 bait selesai dikarang oleh Fanny Crosby. Sungguh luar biasa. Keseluruhan bait pertama lagu itu berbunyi :

Blessed assurance Jesus is mine
O what a foretaste of glory divine
Heir of salvation, purchase of God
Born of His Spirit, washed in His blood

Reff  :
This is my story this is my song
Praising my Savior all the day long
This is my story this is my song
Praising my Savior all the day long

Sungguh syair lagu yang luar biasa dan dengan melodi yang tepat maka lagu ini menjadi nyanyian rohani yang disukai oleh orang percaya di seluruh dunia selama lebih dari seratus tahun. Ada banyak syair lagu rohani karangan Fanny Crosby yang masih terus disenandungkan oleh orang-orang percaya sampai saat ini. Memang melalui kebutaannya malah membuat Fanny Crosby bisa memunculkan kemampuannya yang luar biasa dalam mengarang syair lagu Kristen. Tuhan merencanakan hal yang terindah bagi Fanny yang mengalami kebutaan total sejak usia 6 minggu itu. Begitu juga dalam kehidupan kita, apapun malapetaka yang terjadi dalam kehidupan kita, bisa diproses Allah untuk kebaikan kita, seperti yang tertulis dalam Roma 8:28.
Apakah saudara memiliki cacat tubuh? Mengalami kebutaan, atau kelumpuhan? Memiliki anggota tubuh yang tidak lengkap? Atau memiliki ‘kekurangan’ dalam tubuh saudara yang dianggap oleh orang lain sebagai hal yang memalukan? Ingatlah, Allah memiliki rencana yang luar biasa bagi hidup kita, apapun keadaan tubuh kita.
Belajarlah dari Fanny Crosby, yang walaupun tidak pernah bisa melihat indahnya matahari terbenam, indahnya pelangi, indahnya pemandangan alam dengan mata jasmaninya, namun dia dipakai Allah untuk menunjukkan kepada kita semua melalui syair-syair lagu rohaninya. Sehingga melalui syair ciptaannya itu, kita melihat kebesaran Allah, kasih, kuasa dan karya Allah yang tak terselami. (Kisah selengkapnya dapat dibaca dalam buku ‘Story Behind The Song’ terbitan YIS production, lengkap dengan foto-fotonya)/ (Sumber : Praise #2).

Lirik & chord lagu nya dapat dilihat di SONGS

 Blessed Assurance (Ku Berbahagia)

1.Blessed assurance, Jesus is mine!
Oh! what a foretaste of glory divine!
Heir of salvation, purchase of God
Born of his spirit, washed in his blood

 Reff :  This is my story, this is my song
           Praising my saviour all the day long  
           This is my story, this is my song
           Praising my saviour all the day long

2. Perfect submission, perfect delight     
    Visions of rapture now burst on my sight
    Angels descending, bring from above    
    Echoes of mercy, whispers of love (ke Reff)
 
3. Perfect submission, all is at rest     
    I in my saviour am happy and blest
   Watching and waiting, looking above     
    Filled with his goodness, lost in his love (keReff)

KUBERBAHAGIA

 1. Ku berbahagia, yakin teguh: Yesus abadi
kepunyaanku! Aku warisNya, `ku ditebus,
ciptaan baru Rohulkudus.

 Reff:

Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.
Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.

2. Pasrah sempurna, nikmat penuh; suka sorgawi
melimpahiku. Lagu malaikat amat merdu;
kasih dan rahmat besertaku.(keReff)

3. Aku serahkan diri penuh, dalam Tuhanku
hatiku teduh. Sambil menyongsong kembaliNya,
`ku diliputi anugerah.(ke Reff)

Advokasi untuk Orang Buta

Selain aktif dalam menulis puisi dan lirik lagu, Fanny Crosby juga dikenal sebagai tokoh yang konsisten memperjuangkan pendidikan bagi orang buta dan missi penyelamatan (Rescue Mission). Setelah tamat dari NYIB, Fanny Crosby menjadi wanita pertama yang tampil di hadapan Kongress Amerika untuk membacakan puisi. Tanggal 24 Januari 1844, Fanny Crosby bersama siswa-siswi NYIB mengadakan konser di hadapan Kongres Amerika dan menyerukan pembentukan lembaga pendidikan untuk orang buta di seluruh negara bagian Amerika Serikat. Tahun 1846 mereka juga tampil di hadapan kongres Amerika bersama-sama dengan delegasi Institute Orang Buta Philadelhia dan Boston mengadvokasi dukungan pendidikan untuk orang buta di New York, Philadelhia dan Boston. Dia juga menyanyikan lagu yang dia gubah di Gedung Putih untuk Presiden James K. Polk dan istrinya. Lirik lagunya berbunyi antara lain :

 

Our President! We humbly turn to thee –

Are not the blind the objects of thy care ?

Tahun 1846 Fanny Crosby menjadi instruktur di NYIB mengajar Tata Bahasa, Retorika dan Sejarah. Saat mengajar di sana, dia berteman dengan Grover Cleveland yang di kemudian hari menjadi presiden Amerika Serikat. Cleveland yang saat itu berusia 17 tahun sering mentraskrip puisi-puisi Fanny yang didiktekan kepadanya. Presiden Cleveland memberi rekomendasi pada buku otobiografi Fanny Crosby yang diterbitkan tahun 1906.

Meskipun selama hidupnya ,Fanny Crosby telah menulis hanpir 9000 lirik lagu, namun penghasilannya dari lagu-lagu tersebut sanat sedikit. Hal ini disebabkan sifat royalty saat itu yang hanya diberikan kepada komposer lagu dan tidak kepada penulis lirik. Dia hanya dibayar putus 1 atau 2 dollar per lirik. Sepanjang hidupnya dia tidak pernah memiliki rumah sendiri dan hanya tinggal di rumah-rumah sewa. Namun demikian Fanny tidak pernah mempersoalkan hal tersebut dan mengganggap tujuannya menulis lirik adalah untuk memenangkan jiwa orang-orang bagi Kristus.

Suatu kali ada pendeta yang menaruh rasa iba pada Fanny. Dia berkata,” Sungguh kasihan. Yang Maha kuasa melimpahkan bakat yang berlimpah-limpah pada Anda, tetapi tidak memberikan penglihatan pada Anda.”

Fanny langsung menjawab, “Jika aku bisa dilahirkan lagi, saya akan mengajukan permintaan agar dilahirkan dalam keadaan buta.”

“Lho, mengapa begitu?”tanya hamba Tuhan dengan kaget.

“Karena saat saya sampai di Sorga nanti, saya ingin yang pertama kali saya lihat adalah Juruselamat saya.”

Fanny Crosby telah melakukan banyak karya besar dalam masa hidupnya yang panjang. Kegelapan tidak menghalanginya untuk menciptakan puisi dan lirik lagu yang indah serta berjuang untuk misi membantu pendidikan untuk orang buta sepertinya. Dia meninggal dalam usia 95 tahun pada tanggal 15 Februari 1915. Di batu nisannya tertulis:”Bibi Fanny: Dia telah Melakukan Apa yang Dia Mampu”.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: