Percaya Diri Melayani Tuhan

Dalam berbagai aspek kehidupan, percaya diri merupakan hal yang sangat penting dan dibutuhkan, meski banyak orang masih berusaha bahkan perlu berjuang untuk mendapatkannya.

Coba lihat pentingnya rasa percaya diri melalui contoh-contoh berikut:

“Tom, minggu depan nge-mc ya di Kebaktian Remaja.” Tom dengan cepat menjawab, “Nggak akh…… aku nggak bisa nyanyi, aku juga nggak PD kalau harus doa di depan orang banyak.”

“Aku terima nggak ya pekerjaan itu, rasanya nggak PD ngerjainnya, kalau gagal gimana?”

Sebuah iklan menuliskan, “Tidak Percaya Diri berbicara bahasa Inggris? Ikuti kursus di tempat kami, dijamin dalam 3 minggu anda lancar berbicara.”

Dewi seorang remaja putri tidak berani masuk ke sebuah butik baju kalau tidak bersama mamanya, “Aku nggak PD kalau nggak sama nyokap masuk ke butik itu, nggak dianggep, suka dicuekin sama pramuniaganya, mereka pasti pikir aku nggak mampu bayar baju mahal gitu.”

Dari ungkapan-ungkapan di atas tercermin bahwa seseorang bisa tidak percaya diri bila ia merasa tidak mampu melakukan sesuatu, tidak OK dengan penampilan, atau sebab lain.

Penelitian menunjukkan bahwa pada masa remaja kepercayaan diri dapat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain usia, suku bangsa, prestasi di berbagai bidang, kondisi sosial ekonomi, lingkungan pertemanan, penampilan fisik atau aktivitas di bidang olahraga. Jika faktor-faktor tersebut diperhatikan, ada hal-hal yang tidak bisa sobat ubah karena sudah terberi, seperti: faktor usia, suku bangsa atau kondisi sosial ekonomi yang masih bergantung pada orang tua. Sebaliknya, ada hal-hal yang bisa Sobat upayakan agar dapat membangun kepercayaan diri, seperti: mengukir prestasi di sekolah atau di berbagai bidang lain, membangun kehidupan sosial yang positif, aktif di bidang olahraga, ikut serta dalam berbagai kegiatan, menjaga kesehatan dan berat badan agar lebih percaya diri dalam berpenampilan.

Membangun Kepercayaan Diri

Ada dua hal utama yang berpengaruh dalam membangun rasa percaya diri:

  1. Self efficacy adalah kemampuan di bidang tertentu. Seseorang melihat pribadinya sebagai seorang yang mampu menolong diri sendiri, menguasai suatu keterampilan atau mampu mengatasi hambatan dan masalah. Hal ini bisa Sobat upayakan dengan belajar dan kerja keras untuk menguasai area tertentu agar Sobat bisa merasa yakin dan percaya diri.
  2. Self esteem secara umum adalah perasaan berharga pada diri pribadi. Seseorang merasa dirinya berharga, diakui keberadaannya, menjadi bagian dari suatu komunitas, sebagai anggota keluarga, warga sekolah atau menjadi teman yang disayangi dan dibutuhkan. Bisa melakukan sesuatu bagi orang lain juga membuat seseorang merasa berguna dan berharga.

Membangun Kepercayaan Diri Adalah Suatu Proses

Kepercayaan diri tidak diperoleh dalam semalam atau didapat secara instan, tetapi perlu dibangun dan diusahakan melalui proses yang bisa dicapai secara bertahap. Dari contoh-contoh di atas, percaya diri bisa dibangun melalui prestasi di satu atau beberapa bidang. Suatu prestasi bisa diraih seseorang ketika fokus, tekun belajar, berlatih dan berupaya optimal dalam mencapainya. Remaja dapat membangun rasa percaya diri melalui beberapa area kehidupan sehari-hari, melalui prestasi di sekolah, menjadi piawai di bidang olahraga, musik, seni, terlibat dalam berbagai kegiatan seperti menjadi aktivitis di gereja ataupun kegiatan lain.

Usia remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik dan psikologis. Tubuh berkembang pesat dan terjadi perkembangan seksual serta proses pencarian jati diri yang justru mudah menimbulkan rasa canggung serta dapat menghambat proses membangun rasa percaya diri.

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat menolong pembentukan kepercayaan diri:

  • Lakukan kegiatan-kegiatan positif yang Sobat rasa benar, sekalipun orang lain tidak mendukung, bahkan mengejek atau mengkritik. Misalnya, ikut pelatihan pengembangan diri, terlibat dalam kegiatan penghijauan lingkungan, menjadi aktivis di gereja, memberikan pelajaran tambahan bagi adik kelas. Berbagai kegiatan yang Sobat lakukan akan menambah pengalaman dan keterampilan yang dapat mendukung pengembangan rasa percaya diri.
  • Jangan takut berbuat salah. Terima dengan ikhlas kesalahan atau kegagalan dan jadikan pengalaman tersebut sebagai sarana belajar. Sesungguhnya kegagalan merupakan batu pijakan menuju keberhasilan.
  • Terima dengan tulus dan berterima kasih ketika ada orang lain yang memuji dan menghargai usaha yang Sobat lakukan. Hal tersebut merupakan masukan bahwa apa yang Sobat lakukan diperhatikan orang lain dan merupakan anak tangga yang dapat membangun kepercayaan diri.

Sebaliknya ada hal-hal yang dapat menghambat pembentukan kepercayaan diri, yaitu:

  • Tidak berani keluar dari zona nyaman, enggan mencoba, takut menerima risiko dan takut gagal.
  • Terlalu peduli pada pemikiran, penilaian ataupun kritikan orang lain.
  • Bekerja keras untuk menutupi kesalahan, agar orang lain tidak melihat kesalahan yang Sobat lakukan.
  • Terlalu merendah dan kurang menghargai apa yang Sobat kerjakan.

Percaya Diri Melayani Tuhan

Banyak orang, termasuk remaja, tidak berani melayani Tuhan karena merasa tidak mampu atau menganggap dirinya tidak memiliki kepandaian apa-apa untuk melayani.

Sebenarnya, modal utama dan awal untuk mulai melayani Tuhan bukanlah kepercayaan diri melainkan kemauan melakukan pelayanan. Rasa percaya diri dapat dibangun dan dikuatkan melalui pelayanan yang senantiasa dilakukan.

Banyak ragam pelayanan yang dapat dilakukan sekalipun Sobat belum memiliki kepercayaan diri yang kuat. Mendoakan dan melawat teman merupakan pelayanan yang lebih membutuhkan kemauan untuk peduli dan kerelaan menyediakan waktu daripada rasa percaya diri yang kuat. Sobat juga dapat melakukannya bersama teman lain yang sudah lebih terbiasa agar tidak canggung melakukan perlawatan atau pelayanan lain.

Percaya diri dibutuhkan dalam setiap pelayanan karena dengan rasa percaya diri yang kuat Sobat akan lebih mudah dan lebih nyaman melakukan pelayanan dalam beragam area.

Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membangun kepercayaan diri dalam melayani Tuhan:

  • Cermati berbagai kegiatan yang ada di gereja.
  • Pilih kegiatan yang Sobat tertarik untuk berpartisipasi.
  • Tengarai langkah-langkah yang perlu dilalui untuk ikut dalam kegiatan pelayanan tersebut.
  • Segera terjun dalam salah satu kegiatan pelayanan.
  • Tingkatkan hal-hal pribadi yang dapat mendukung pelayanan dan waspadai serta perbaiki hal yang menghambat pelayanan.
  • Bila kemajuan terasa lambat tetap tekuni dan lakukan dengan komitmen tinggi. Bila perlu, lakukan di dalam kelompok bersama teman lain supaya dapat saling mendukung dalam semangat maupun saat latihan dan pelayanan.
  • Jika dibutuhkan dan kondisi memungkinkan, tambahkan dengan kursus formal yang dapat menunjang kegiatan tersebut.

Mungkin Sobat berkata, “Saya tidak mempunyai kemampuan apa-apa untuk melayani”. Tuhan memberi talenta pada setiap orang sebagaimana dikatakan dalam Matius 25:15. Jadi jangan ragu mengembangkan talenta yang Sobat miliki dan kembalikan melalui pelayanan yang tidak asal-asalan. Sebagaimana dikatakan dalam Kolose 3:23: “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Dengan melakukan pelayanan kepada Tuhan, Sobat bisa menjadi berkat bagi orang lain. Perasaan berharga atau self esteem dan perasaan mampu atau self efficacy juga bertambah dan semakin membangun rasa percaya diri. Kepercayaan diri di satu bidang akan meluas ke rasa percaya diri pada bidang lain dan ke diri pribadi secara keseluruhan.

Selamat melayani dan membangun rasa percaya diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: