10 Kebohongan Yang Membawa Anda Pada Perceraian

Dalam buku sebuah Divorce Proofing Your Marriage, disana mengekspos sepuluh kebohongan umum yang seringkali diyakini oleh seseorang yang akhirnya justru mengarahkan mereka kepada perceraian. Buku ini akan menantang segala pemikiran, keyakinan dan asumsi yang mempengaruhi bagaimana kita berperilaku dan pilihan yang kita buat. Jadi, jika Anda ingin memperkuat pernikahan Anda dan tidak tergelincir ke dalam lubang perceraian, pertama-tama yang harus Anda lakukan adaah memeriksa pemikiran Anda dan bertanya, “Apakah pemikiran saya mencerminkan budaya duniawi atau Alkitabiah?” Anda mungkin akan terkejut seberapa jauh pemikiran Anda telah melenceng dari Alkitab.

Berikut ini adalah gambaran singkat dari sepuluh kebohongan yang dapat menyebabkan perceraian. Jadikan poin-poin ini sebagai bahan refleksi Anda sendiri.

Kebohongan #1: Pernikahan Adalah Sebuah Kontrak

Ya, pernikahan adalah kontrak yang sah, tetapi di mata Allah jauh lebih dari hanya sekedar kontrak. Kebenarannya adalah pernikahan merupakan sebuah sumpah, janji yang tidak bisa dibatalkan. Pernikahan adalah komitmen seumur hidup. Dan itu berarti “baik dalam keadaan baik atau buruk, kaya maupun miskin, sakit maupun sehat”. Dan itu berarti mengasihi seseorang ketika Anda tidak merasa seperti itu, tetap setia, dan terus berusaha melalui masa-masa buruk dan sulit bersama-sama.

Kebohongan #2: Saya Menikahimu, Bukan keluargamu

Kebenarannya adalah Anda menikah tidak hanya dengan pasangan Anda, tapi juga dengan keluarganya sebagai satu paket! Jangan membohongi diri sendiri dan berpikir tidak perlu berurusan dengan mertua. Pasangan Anda dibesarkan dalam keluarga yang mengajarkan bagaimana menjadi dirinya hari ini. Ya, ada pengaruh lain dan orang bisa berubah, namun keluarga adalah kekuatan utama dalam perkembangan setiap individu.

Kebohongan #3: Saya Dapat Mengganti Pasangan Saya

Salah! Fakta bahwa pasangan Anda selalu terlambat dan rumah yang berantakan tidak akan berubah hanya karena cinta Anda yang tidak akan pernah mati. Perhatikanlah segala tanda kekurangan yang dimilikinya saat Anda masih berkencan, terutama untuk hal-hal yang serius, seperti kebiasaan minum, temperamen kasar, suka melanggar janji, dll. Kemungkinannya adalah hal-hal ini tidak akan meningkat tetapi semakin memburuk setelah bulan madu berakhir. Kebenarannya adalah: semua yang dapat Anda kendalikan adalah reaksi Anda terhadap pasangan dalam segala keadaan. Hanya itulah satu-satunya hal yang dapat Anda ubah.

Kebohongan #4: Kita Terlalu Berbeda

Perbedaan bukanlah masalah yang besar sepanjang perbedaan tersebut bukan menyangkut nilai hidup dan moral. Ketidakcocokan tidak akan membunuh sebuah hubungan. Masalah sebenarnya adalah bagaimana Anda dapat menangani perbedaan-perbedaan yang ada di antara Anda berdua. Anda memerlukan gaya kompatibel yang dapat diterima kedua belah pihak. Beberapa perbedaan memang tak ada penyelesaiannya dan pasangan suami istri harus belajar untuk menerima hal-hal itu. Alkitab telah memberikan pedoman yang jelas tentang bagaimana menangani konflik dengan cara seperti yang Kristus lakukan.

Kebohongan #5: Perasaan Cinta Itu Sudah Lenyap

Gairah memang tidak akan bertahan selamanya tapi cinta dapat Anda miliki seumur hidup. Anda mungkin tidak selalu merasakan cinta tapi Anda harus menentukan untuk mencintai pasangan Anda sebagaimana Anda mencintai diri Anda sendiri. Perasaan cinta menguap saat pasangan terkunci pada pola negatif yang membuat mereka menjauh satu sama lain. Kritikan beralih menjadi penghinaan dan perilaku yang sangat defensif yang akhirnya mengarah pada kondisi emosional yang menjauh. Kebenarannya adalah Anda dapat memulihkan perasaan cinta dengan sebuah perubahan. Pertama adalah dengan membuat pernyataan positif kepada pasangan Anda untuk setiap hal negatif yang dimilikinya. Perubahan lainnya berfokus pada membangun persahabatan dan dukungan. Saya tidak meragukan sedikitpun ketika para suami mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak lagi mencintai istri mereka. Saya hanya ingin mereka memahami bahwa perasaan cinta itu dapat dihidupkan kembali.

Kebohongan #6: Pernikahan Yang Lebih Tradisional Akan Menyelamatkan Kita

Karena frustrasi, banyak pria yang yang merasa seandainya saja pernikahan mereka bisa seperti pasangan romantis sepanjang masa, maka hidup mereka akan lebih bahagia. Mereka bingung mengenai peran gender dan tanggung jawab. Konsep yang ada seringkali disalahpahami dan disalahgunakan. Maksud Allah dalam pernikahan adalah kesetaraan gender. Dalam dua kali kesempatan, Tuhan menyatakan kehendak-Nya di bumi mengenai gender – di Taman Eden dan dalam kehidupan Kristus. Lihatlah contoh-contoh di dalam Alkitab bagaimana pria dan wanita seharusnya berinteraksi. Anda akan menemukan bahwa tidak peduli bagaimana Anda menegosiasikan hubungan, Anda perlu untuk saling tunduk, saling menghormati, saling memberdayakan dan saling memberikan empati.

Kebohongan #7: Saya Tidak Bisa Berubah – Inilah saya: Terima Atau Tinggalkan Saja

Keengganan untuk berubah berakar dari pemberontakan. Hal ini bagaikan mempertandingkan cara Anda dengan cara Tuhan. Dengan berkata Anda tidak bisa berubah bertentangan dengan seluruh karya penyelamatan yang dialami orang Kristen yang diikuti dengan perubahan hati. Ya, kita semua selalu berjuang untuk kesempurnaan namun dalam menjalankan fase ini, kita harus memperjuangkannya. Dalam hal ini membutuhkan kemauan untuk melihat perilaku dan usaha Anda untuk menjadi seperti Kristus. Jika kedua belah pihak di dalam pernikahan melakukan hal ini secara teratur, perceraian tidak akan menjadi hal yang umum. Perubahan tidak akan terjadi jika Anda tidak melakukannya. Anda bisa berubah namun perubahan itu membutuhkan keinginan, ketaatan dan dorongan dari kuasa Roh Kudus.

Kebohongan #8: Jika Terjadi Perselingkuhan, Kita Harus Bercerai

Perselingkuhan merupakan masalah serius dan merusak namun tetap dapat diperbaiki jika kedua belah pihak sepakat untuk mencoba. Harus ada komitmen untuk memutuskan hubungan perselingkuhan, ada saat untuk bertobat, memaafkan, dan kembali membangun sebuah hubungan. Sumpah pernikahan memang telah dirusak namun dapat dipulihkan jika pasangan memilih untuk melakukannya. Memang tidak mudah tapi mungkin untuk dilakukan.

Kebohongan #9: Apa Yang Saya Lakukan Tidaklah Penting. Tuhan Akan Mengampuni Saya

Tuhan akan mengampuni Anda jika Anda bertobat namun apa yang Anda lakukan tetaplah penting. Perilaku Anda adalah natural, sebagaimana konsekuensi rohani. Jadi, jangan menganggap enteng kasih karunia Tuhan.

Kebohongan #10: Pernikahan Ini Sudah Terlalu Rusak

Jika Anda menyerah, masa depan akan terlihat tanpa harapan, dan Anda berdua akan semakin terpisah, tidak dapat menangani konflik, membuat kesalahan atau apapun masalahnya, percayalah bahwa Tuhan dapat bekerja ketika Anda tidak dapat melakukannya. Tuhan dapat mengubah hati, melakukan mukjizat, dan bekerja dalam keadaan yang paling sulit. Tuhan adalah Tuhan yang mengatasi kemustahilan. Mendekatlah pada-Nya, jadikan Dia sebagai perantara dalam pernikahan Anda, lakukan peperangan dengan musuh sejati Anda (iiblis) dan berharap Tuhan untuk berkarya melalui Anda.

Jika Anda dan pasangan tetap melekat erat dengan Tuhan, pernikahan Anda akan merefleksikan keintiman itu. Perceraian tidak perlu terjadi. Kenali kebohongan budaya yang mempengaruhi Anda dan lawanlah hal itu dengan kebenaran Alkitab. Tidak ada pernikahan yang pasti terhindar dari perceraian namun Anda dapat bersikap proaktif untuk mencegah hal itu terjadi. Sudah saatnya bagi kita untuk memperbaiki statistik perceraian dan menciptakan pernikahan yang kebal terhadap perceraian.

Source : cbn.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: