Menjadi Istri yang Cakap ^_^


Aku selalu ingat, Ibu Ev. Indri Pardede selalu menyatakan .. jadilah istri yang cakap .. jadilah istri yang cakap … Dengan shoping, salon bahkan karir yang baik hingga tubuh yang sexy tidak menjamin suami betah tinggal di rumah. Paling cuma sementara.

Duuh jadi gimana dong, bukankah itu semua tips-tips bagaimana menjadi wanita yang keren. Aku belum menikah sih, tapi sangat ingin bila menikah nanti, akan menjadi istri yang cakap di hadapan Tuhan Yesus, dan di hadapan suami yang menjadi titipanNya. Olalala … aku ga perlu bingung-bingung, kata Bu Indri jawabanNya di dalam kitab AMSAL 31 : 10-31.

Yuk..berikut bahasannya ….. :

“Istri yang cakap… lebih berharga daripada permata.. Anak-anaknya bangun,
dan menyebutnya berbahagia,
pula suaminya memuji dia”
(Amsal 31:10; 28)

Semua wanita pasti merindukan menjadi seorang istri yang cantik, dicintai suami, apalagi, kalau ia mempunyai anak, pasti menghendaki anak-anaknya mengasihinya. Didalam Amsal 31:10-31, kita dapat membaca puji-pujian yang ditujukan kepada istri yang cakap yang sekaligus menjadi seorang ibu yang dicintai anak-anaknya: wanita, Anda ingin tahu rahasianya?

Pertama, jadilah istri yang menjadi sahabat yang dipercaya suami:
“Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan” (Amsal 31:11). Jika suami tidak bisa mempercayai istrinya sendiri, mari kita koreksi. Mungkin kita sebagai istri memang tidak dapat dipercaya memegang informasi atau rahasia yang disampaikan suami. Berita tersebut disampaikan kepada orang tua, saudara atau teman-teman.
Seharusnya istri dapat membedakan ada berita-berita yang tidak boleh diceritakan kepada siapa pun. Dengan demikan suami bisa mempercayai isterinya sebagai sahabat yang terbaik. Itu sebabnya penulis Amsal memberi nasihat: “siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri pada kesukaran.. orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat…” (Amsal 21:23;28;20)

Bagaimana jika suami yang tidak dapat dipercaya? Firman Tuhan mengajar kita para istri untuk tetap berbuat baik: “Ia berbuat kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya”(Amsal 31:12). Doa-doa kita dan perbuatan baik seorang istri dijanjikan akan dapat memenangkan suami tanpa perkataan (1Pet 3:1).

Kedua, jadilah istri yang dapat memelihara kecantikan serta kebugaran, baik secara jasmani, jiwani, maupun rohani.
Pendapat umum mengatakan bahwa kalau sudah laku ya sudah, tidak usah pelihara tubuh dan kecantikan lagi. Saya kira itu pendapat yang keliru. Firman saja mengajarkan kita sebagai Rumah Tuhan untuk menjaga tubuh kita dengan baik. Secara jasmani seharusnya kita menjaga penampilan kita dengan baik, rapi. Tidak perlu harus mahal, tapi bisa tampil menarik, serasi dan bersih. Wanita dalam Amsal 31 dikatakan: “… lenan halus dan kain ungu pakaiannya”(ayat 22). Secara jiwani, wanita ini mendandani dirinya dengan karakter yang baik dapat dipercaya, baik, rajin, cerdas, optimis, serta berjiwa social. Secara rohani, wanita ini mendandani dirinya dengan hidup takut akan Tuhan (ay 30).

“Istri yang cakap… lebih berharga daripada permata.. Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia” (Amsal 31:10; 28).

Ketiga. Jadilah istri yang menjadi ratu dalam rumah tangga.
Keseharian rumah tangga seharusnya tidak boleh menjadi beban bagi seorang wanita. Mungkin saja Anda seorang wanita yang berpendidikan tinggi atau berkarir, bekerja, memiliki usaha yang menyita waktu keseharian Anda. Kenyataan tsb tidak boleh membuat kita para wanita melalaikan peranan domestic kita dalam rumah tangga. Seperti wanita dalam Amsal 31(dibaca). Ia menjadi manager bagi pelayan-pelayannya, memastikan bahwa kebutuhan dalam rumah tangga tersedia.
Seorang istri yang cantik tidak hanya mendandani dirinya keluar masuk salon tapi, rumah tangganya serta keluarganya dipastikan semuanya terurus dengan baik.

Keempat. Jadilah isteri yang menolong suami dalam berkarir (jika diperlukan)
Dalam kenyataan, saya sering melihat usaha atau pekerjaan yang dilakukan suami yang dibantu sang isteri lebih cepat/mudah mencapai keberhasilan. Adanya kesehatian dan juga saling melengkapi dalam melakukan pekerjaan/usahanya.

Kelima. Jadilah ibu bijak yangmendidik anak dengan penuh hikmat.
Amsal 31:26 “Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.” Anak-anak merupakan warisan yang Tuhan titipkan dalam keluarga. Warisan tersebut harus dipelihara dengan sebaik-baiknya, dikembangkan agar dapat dipakai untuk memuliakan Allah Sang pencipta. Keseimbangan antara kasih sayang dan disiplin harus diterapkan dalam mengarahkan anak-anak kita menjadi keturunan yang illahi, yang diberkati melimpah-limpah dan menjadi berkat untuk dapat menaklukan bumi. Anak-anak yang kuat dalam iman, tidak akan dapat dikuasai dunia. Tugas dan peranan seorang ibu menjadi sangat mulia karena mempersiapkan mereka menjadi panah-panah yang diarahkan tepat pada sasarannya.

Oleh sebab itu semua Wanita, biarlah kelima rahasia kecantikan wanita luar dan dalam, baik sebagai istri maupun ibu boleh menjadi milik kita dan kita berbahagia karenanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: