Sudah Merasa Tahu?

 

Bacaan: Matius 5:6

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.– Matius 5:6

Jangan pernah merasa diri kita pintar dan sudah tahu segala-galanya. Itulah kunci utama agar kita terus menjadi manusia pembelajar. Jika kita sudah merasa hebat dan merasa paling tahu, saat itulah kita berhenti bertumbuh. Pendapat ini sangat benar. Kalau tak percaya, praktekkan saja hal ini dalam ibadah yang kita 
lakukan, khususnya saat kita mendengarkan khotbah.

Jika kita merasa “nol” dan miskin pengetahuan, maka kita akan mendengarkan Firman Tuhan dengan antusias dan seolah-olah itu adalah hal baru bagi kita. Cara ini akan membuat kita merasa perlu belajar, terus belajar dan mempraktekkan hal tersebut. Sebaliknya, buatlah diri kita merasa sudah tahu segalanya, maka dengan sombong kita akan berkata dalam hati, “Oh, pasti nanti ujung-ujungnya akan berkata seperti ini.” Belum lagi komentar-komentar miring : aku sudah tahu kok, basi ah, tahu tidak berapa banyak pengkhotbah tadi mengucapkan laval yang keliru?, sama sekali tidak berbobot, ini susu dan bukan makanan keras, dsb.

Anggaplah diri kita sudah tahu segala-galanya, maka kita akan cenderung cepat bosan saat beribadah. Sebaliknya, anggaplah diri kita belum banyak tahu, maka kita akan sangat antusias dalam beribadah. Yang menggelikan, mereka yang merasa diri hebat dan merasa diri sudah tahu segala-galanya biasanya adalah orang-orang yang “cetek” rohani. Sebaliknya, mereka yang merasa perlu banyak belajar biasanya adalah orang bijak. Seperti pepatah berkata bahwa semakin berisi maka padi akan semakin menunduk. Semakin tahu banyak hal, maka semakin merasa kalau kita ini bodoh.

Benar juga perkataan Yesus, “Berbahagialah mereka yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” Apakah Anda memiliki sikap seperti ini ketika mendengarkan Firman Tuhan? Lalu bagaimana sikap Anda ketika membaca renungan ini? Semoga Anda membaca tulisan saya tidak dengan maksud mencari-cari dimana tulisan yang salah atau sekedar memberi penilaian saja.

Semakin tahu banyak hal, maka kita akan semakin merasa bodoh dan semakin ingin tahu lebih banyak hal lagi.

(Kwik)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: