7 Hari 7 Gaya Hidup (7 Days 7 Lifestyle)

Pendahuluan

Enam hari Allah berkarya, hari ketujuh Ia menguduskannya. Senin, selasa, rabu, kamis, jum’at, sabtu, minggu, kita kenal sebagai nama-nama hari, simbol dari penciptaan bumi dan segala isinya dan pengudusannya. Satu hari adalah 24 jam, dimana 8-10 jam kita produktif, 8 jam kita tidur, 8 jam waktu bebas untuk mandi, makan, dalam perjalanan, istirahat, dll. Hal ini terjadi berulang-ulang setiap hari hingga kita meninggalkan dunia ini. Tentunya kehidupan kita menjadi suatu rutinitas belaka dan tidak mengherankan kalo kita hidup dalam suatu kebosanan dan keterikatan. Sebuah waktu tidak akan bertambah ataupun berkurang, ia tetap berputar mulai dari senin hingga minggu, dan kembali lagi hari senin, dan seterusnya. Namun janganlah kita kuatir hidup dalam keadaan demikian. Hidup adalah pilihan. Kita bisa memilih hidup dalam keadaan sebagai orang yang optimis atau orang yang pesimis.

1. I Love Monday

Hari pertama ini Allah menciptakan terang. Suatu permulaan yang baik yang dilakukan Tuhan. Hendaknya kita juga harus memulai kehidupan hari pertama ini yaitu hari senin dengan harapan dan pikiran yang baru. Waktu terus berjalan, lebih baik pakai waktu yang ada untuk hal-hal yang berguna bagi diri kita dan orang lain dan lingkungan kita. Tidak ada waktu untuk menoleh kebelakang. Arahkan hati dan pikiran kita untuk sesuatu yang bermakna bagi kehidupan kita. Yang berlalu tidak akan kembali, kekeliruan-kekeliruan yang kita lakukan dimasa lalu hendaknya menjadi cermin buat kita untuk langkah ke depan dengan hal-hal yang baru, baik dan benar. Tidak ada waktu untuk menyesali diri. Anggaplah itu sebagai suatu ujian yang belum kita selesaikan dan pasti akan kita lalui dengan bantuan dan tuntunan Roh Kudus. Libatkanlah Tuhan dengan doa-doa kita dan iman untuk melangkah tanpa tersandung lagi,dengan masalah-masalah yang mungkin muncul akibat dari keputusan yang keliru. Jika anda mengalami hal yang berat, utarakanlah dengan bijaksana kepada orang yang anda percayai yang mampu memberikan solusi pada anda, dan tetapkan untuk mempertimbangkannya kembali dengan doa anda pada Tuhan.

2. The second lifestyle

Setiap orang butuh kesempatan kedua, bahkan kesempatan-kesempatan berikutnya. Tuhan memberikan kesempatan kedua pada setiap umatNya untuk datang kepada Dia. Kematian Yesus diatas kayu salib telah memberikan kesempatan kepada kita untuk menerimaNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat, dan ini berarti Ia memberikan kesempatan kedua kepada kita untuk hidup baru dalam rancanganNya yang indah dan damai sejahtera. Kesempatan kedua ini hendaknya kita terima dengan rasa sukacita dan ucapan syukur. Begitu juga hendaknya kita memberikan kesempatan kedua bagi diri kita sendiri dalam hal pekerjaan atau hubungan dengan orang lain. Berilah kesempatan-kesempatan yang baru untuk berbuat lebih baik lagi dengan tidak menutup diri, tetapi carilah informasi-informasi yang mendukung hal-hal tersebut yang mungkin justru memberikan kita masukan-masukan untuk pengambilan keputusan yang benar, baik dan tepat. Dalam menjalin hubungan –hubungan kiranya kita terbuka untuk hal-hal yang positif, yang memberikan energi kehidupan yang baik dan berkembang. Hal-hal yang negative cukuplah untuk diketahui , dan janganlah menyentuhnya, karena sekali kita menyentuhnya akan sulit untuk keluar dari hal-hal yang negative itu. Pikiran kita yang lebih mudah menanggapi hal-hal yang negative dapat diubahkan melalui Firman Tuhan. Karena firman Tuhan itu hidup dan mampu mengubahkan hidup kita. Berilah kesempatan kedua buat diri anda, dan orang lain untuk menjadi orang yang lebih baik lagi, yang berkenan dihadapan Tuhan dan diterima oleh manusia.

3. Blessed Lifestyle

Hidup kita ada untuk memberkati hidup orang lain. Setujukah anda atas pernyataan ini? Yah, hidup kita menjadi bermakna saat memberkati hidup orang lain. Siapakah orang lain itu? Orang itu mungkin orang tua kita, saudara kita, teman kita, bahkan lingkungan kita, negara dan bangsa, dan tidak menutup kemungkinan orang yang tidak kita kenal sama sekali. Manusia adalah mahluk sosial. Ia tidak pernah bisa lepas dari komunitas dan pergaulan. Orang lain mendapat berkat melalui ucapan kita yang baik dan perbuatan kita yang benar. Kehadiran kita ditengah-tengah mereka membawa energi yang positif seperti sukacita kita, keramahan kita, kesopanan kita, yang membuat mereka merasa nyaman. Terciptanya suatu kondisi yang positif menimbulkan hubungan persaudaraan dengan sesama. Pergaulan yang sehat, yang akhirnya membuat hidup kita juga diberkati oleh kehadiran orang tersebut. Ada hubungan timbal balik antara keduanya. Memberkati dan diberkati. Sisihkanlah uang hasil pekerjaanmu untuk memberkati hidup orang lain yang berkekurangan, dengan demikian hidup kita jauh lebih bermakna. Dan apa yang kita kerjakan tidak untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga untuk kebutuhan orang lain diluar sana. Dengan demikian adanya semangat yang baru dan berbeda dalam kehidupan kita. Saling mencukupi antara yang membutuhkan perhatian kita dan kekosongan/kehampaan hidup kita. Yang mulanya berpusat pada diri sendiri menjadi kehidupan yang bermakna. Tuhan yang mengisi kekosongan hati kita, namun orang lain yang mengisi kebutuhan jiwa kita yang lain, yang dalam hal ini mungkin urutan kedua atau ketiga. Ingatlah, bahwa manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa kehadiran orang lain dihati kita. Mereka yang terluput dari perhatian orang lain biar kita yang membantu agar mereka tetap hidup dalam dunia ini. Kebutuhan jasmani mereka terpenuhi, dan timbal baliknya kebutuhan rohani kita terpenuhi.

4. Grateful and Joy Lifestyle

Tuhan menghendaki kita hidup dalam ucapan syukur dan sukacita. Karena didalam ucapan syukur dan sukacita ada kekuatan yang tak terhingga. Kekuatan untuk menjalani hidup ini dengan semangat dan harapan yang selalu baru setiap hari, sehingga kita tidak hidup dalam kelesuan dan keluh kesah sepanjang hari. Jika kita mengeluh, sel-sel yang ada dalam tubuh akan bereaksi negative dan akhirnya pikiran kita dipenuhi kejenuhan yang mematikan. Kita tidak lagi bergairah untuk mengerjakan sesuatu yang sudah Tuhan karuniakan kepada kita untuk dikerjakan dan diselesaikan menurut waktunya. Awali dengan doa ucapan syukur pada pagi hari dengan sebuah kasih yang baru, kekuatan yang baru dan pengharapan yang baru saat engkau bangun. Bangun diawal pagi sangat menentukan hidupmu sepanjang hari. Bila memungkinkan bangunlah sebelum matahari menyingsing. Mulailah dengan olahraga kecil, misalnya berjalan pagi atau jogging, setelah itu lakukan saat teduh dengan diiringi musik instrumental rohani sehingga jiwa ragamu merasa segar. Dan engkau siap menyongsong hari itu dengan aktifitas-aktifitas yang lain. Jangan lupa ucapkan salam pagi pada orang yang kau temui, misalnya satpam, teman sekantor, pimpinan, atau orang-orang yang belum kau kenal, dan lainnya. . Suatu hubungan baru diawali dari sapaan kecil.

5. Forgiveness Lifestyle

Sebuah kehidupan pengampunan akan membuat hati kita merasa lega., tiada beban yang harus kita bawa di pundak kita. Kita dapat melangkahkan kaki dengan ringan dan bebas.Ketika kita menerima pengampunan dari Tuhan Yesus secara sempurna, hidup kita mulai diubahkan, dari lumpur dosa menuju mahkota kekal. Karena Tuhan Yesus sudah mengampuni kita, maka kita pun diminta untuk mengampuni orang lain. Mengampuni akan melepaskan kutuk dosa, sebuah kehidupan yang berat yang tidak dapat ditanggung oleh manusia, kecuali Allah. Kehidupan yang mengampuni akan membawa sukacita dalam hidup ini . Kita tidak perlu mengingat orang yang telah melukai kita yang mempermalukan kita, yang akhirnya kita terikat akan kesusahan hati, yang pada akhirnya membawa penyakit oleh karena pikiran kita yang jahat oleh kebencian dan kemarahan kita. Lagipula belum tentu orang tersebut mengingat kejadian tersebut, mungkin dia sudah melupakannya. Baiklah kita melepaskan pengampunan demi pengampunan dan mengalihkan pikiran kita pada hal-hal yang baik, benar dan dikenan oleh Allah. Ada orang yang membawa kemarahan atau kebencian itu dalam tidur, bawah alam sadar, sehingga tanpa ia sadari perlahan-lahan emosi negative itu menganggu aktifitas pekerjaannya, hubungan dengan sesama yang berkembang buruk. Hindarilah emosi negative itu untuk terus mengakar dihati anda, karena itu akan menghancurkan kehidupan anda, tapi berikanlah pengampunan segera walaupun orang tersebut tidak memintanya.

6. Perfect Lifestyle

Bagaimana hidup yang sempurna itu? Yesus sudah menunjukkannya dan memberikan teladan bagi kita bagaimana hidup yang sempurna itu. Hidup dalam kasih adalah prioritas hidup kita. Ketika kita memberi tanpa meminta balasan, itu adalah kasih. Ketika orang mengutuk, tapi kita memberkati, itu juga adalah kasih. Bapa memberikan Anak-Nya, Yesus Kristus, untuk melakukan suatu pekerjaan kasih yaitu mati diatas kayu salib untuk menebus dosa kita yang seharusnya mati dalam maut, beralih kehidupan kekal.. Suatu hubungan akan berhasil jika ada kasih didalamnya. Orang-orang haus akan kasih. Jika kita telah menerima kasih Allah, hendaknya kita dapat dan mau berbagi kasih dengan orang lain. Luangkanlah waktumu bagi orang yang membutuhkan, sebuah nasehat, sebuah penghiburan, sebuah dukungan, sudah jarang ada didunia ini. Orang-orang sibuk dengan kepentingan diri sendiri. Kita sebagai duta Kristus patut membagikan kasih Kristus buat orang lain. Sisihkanlah uangmu untuk pekerjaan-pekerjaan Allah, untuk jiwa-jiwa yang kelaparan dan kedinginan diluar sana, untuk jiwa-jiwa yang belum sempat mengenyam pendidikan, dan lain-lain. Pakailah talentamu dalam kasih untuk menghibur, memberi kekuatan yang baru dan menjadi inspirasi buat orang lain. Hasil usahamu tidak akan sia-sia, karena Tuhan memperhitungkan semuanya. Ia akan melipatgandakan kasihNya padamu agar melalui hidupmu, orang lain juga menerima dan melihat kasih Allah.

7. Holy and Spirit Lifestyle

Selama 6 hari kita bekerja, dan pada hari ke 7 , berhentilah sejenak dari aktifitasmu, berikanlah satu hari ini untuk datang kepada Allah. Datanglah kegereja, naikkan pujian dan penyembahan dengan segenap hatimu, bukalah telinga dan hatimu untuk firmanNya, berdoalah, dan berkumpullah dengan teman-teman rohanimu. Janganlah lupa luangkan juga waktumu dengan seisi anggota keluarga untuk saling memguatkan, berbagi kesaksian, dan doa bersama. Lakukan aktifitas-aktifitas yang ringan yang mempererat tali persaudaraan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: