Ungkapan Kasih Nyata

Ayat bacaan: 1 Korintus 13:13
======================
“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”

sebentuk kasih nyata, valentine, hari kasih sayangBagi banyak pasangan, hari kasih sayang aliasvalentine’s day yang akan tiba dua hari lagi merupakan sebuah agenda penting untuk menyatakan kasih sayang pada pasangannya, baik lewat ucapan, puisi, sekuntum atau sebuket bunga, kartu, kado, candle light dinner dan sebagainya. Tapi di sisi lain, ada orang-orang yang justru membenci hari valentine ini. Mungkin wajar jika hal itu datang dari saudara-saudara kita yang tidak seiman yang mengaitkan valentine sebagai sebuah perayaan Kristen, tapi ternyata di antara saudara seiman pun hal yang sama bisa terjadi. Ada banyak orang yang mengalami kekecewaan dalam hubungannya berkali-kali, ada yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari orang tua atau keluarganya, ada yang mati rasa, hambar bahkan pahit. Ada seorang teman yang memiliki kebiasaan untuk memutar lagu-lagu yang disebutnya sebagai “anti valentine songs”. Ada banyak lagu-lagu yang anti kasih, bercerita tentang kesendirian, tidak perlu cinta hingga lirik penuh kebencian. Mungkin artis-artis itu pun punya pengalaman pahit tentang sebuah kasih. Ketika saya tadi bercerita dengan salah seorang murid saya tentang itu, dia berkata: “wah kasihan banget…”Ya, kita seringkali merasa kasihan, tapi akhirnya berhenti hanya sampai sebuah ucapan kasihan saja. Sadarilah, ada banyak orang disekitar kita yang mungkin belum pernah mengenal kasih sama sekali, atau sudah skeptis dan menganggap cinta kasih hanyalah omong kosong belaka.

Apakah benar manusia itu tidak butuh kasih? apakah kasih itu hanya sesuatu yang semu dan tidak pernah nyata? Bagi mereka di atas, mungkin jawabannya ya. Walaupun saya yakin, jauh di dalam lubuk hati mereka, mereka pun sama seperti kita, yang butuh dicintai dan ingin bisa mencintai. 1 Korintus 13 berbicara panjang lebar mengenai kasih. Kasih disana digambarkan bukan hanya sebatas dicintai oleh orang lain, namun lebih jauh berbicara mengenai memiliki sebentuk kasih. Lihatlah apa yang dikatakan mengenai kasih. “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.” (1 Korintus 13:4-6). Lebih jauh lagi, orang yang memiliki kasih akan tahan menghadapi segala sesuatu, dan mau melihat sisi baik dari setiap orang, tidak pernah kehilangan harapan dan sabar. “Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” (ay 7). Nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, pengetahuan akan lengkap, tapi kasih tidak berkesudahan. (ay 8). Tidak akan pernah ada saat dimana orang tidak perlu saling mengasihi. Itu firman Tuhan. Bahkan begitu pentingnya kasih, sehingga diantara yang penting untuk tetap kita lakukan, yaitu iman, pengharapan dan kasih, Tuhan mengatakan yang terpenting diantara itu semua adalah kasih. (ay 13). Mengasihi orang lain, seperti halnya Tuhan mengasihi kita, itulah yang terpenting.

Puji Tuhan. Baru saja saya mendapat telepon dari seorang sosok legendaris jazz yang tidak pernah putus pengharapan dari Tuhan. Beliau bercerita bahwa hari Natalnya kemarin diisi dengan makan bersama para tetangganya yang tidak mampu. “Tidak peduli apa agamanya, karena Tuhan yang saya kenal mengasihi siapapun tanpa pandang bulu..” itu katanya. Beliau menceritakan betapa repotnya membelikan kado untuk setiap anak-anak sebelum pesta. Tapi rasa lelahnya terobati begitu melihat sukacita dari anak-anak yang tidak mampu itu ketika mereka merasakan sebuah bentuk kasih. “Tidak perlu jauh-jauh lho… di sekitar kita pun banyak orang yang butuh uluran tangan, bahkan merindukan rasa disayangi..” katanya. Haleluya! Ternyata Tuhan menyampaikan tambahan lewat sang artis legendaris tepat disaat saya sedang menuliskan renungan ini. Ini bentuk kasih, yang tidak hanya berhenti sebatas ucapan kasihan. Kepedulian itu dinyatakan lewat sebuah tindakan nyata yang bisa memberkati begitu banyak orang. Orang-orang yang mungkin tadinya dipinggirkan dan diabaikan, pada malam Natal itu mendapat sebuah bentuk kasih nyata dari seseorang yang sangat sadar betapa Tuhan mengasihinya, dan sangat sadar pula bahwa kasih dari Tuhan itu harus pula ia bagikan kepada orang-orang disekitarnya yang membutuhkan. “It was really joyful.. saya benar-benar merasakan kehadiran Tuhan saat itu..” katanya.

Mudah bagi kita untuk merasa kasihan, namun seringkali sulit bagi kita untuk melakukan tindakan nyata sebagai bentuk kepedulian kita. Jangan berhenti hanya sebatas ucapan saja. Ada begitu banyak orang yang menjadi tawar karena tidak lagi merasakan kasih dalam hidupnya, dan mereka ini ada di sekitar anda dan saya. Jika anda menganggap bahwa kasih Tuhan nyata dalam hidup anda, jika anda tahu bagaimana rasanya dikasihi dan mengasihi, sekarang saatnya untuk membagikan sukacita yang sama pada mereka yang membutuhkan. Hari valentine yang diperingati sebagai hari kasih sayang hendaknya bisa pula dipakai sebagai sebuah hari yang bukan saja khusus untuk kekasih atau orang-orang terdekat saja, namun jadikan itu sebagai titik tolak bagi kita untuk membagi kasih kepada sesama manusia, tanpa terkecuali.

Semakin anda mengenal kasih Tuhan, hendaknya semakin banyak pula kasih yang kita berikan pada sesama.

 

All Blessing,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: