POWERFUL PRAYER

Doa. Tiga huruf yang pasti udah sering kita. Mo di gereja, di PA, di persekutuan, di sekolah… pokoknya everywhere, anywhere. Tapi survey membuktikan kalo nggak semua orang Kristen itu ngerti tentang doa. Mereka cuma tau kalo kita harus berdoa, titik. Tapi apa itu doa? Kenapa kita harus berdoa? Apa yang harus dilakukan waktu doa? Nggak semua kita tau jawabannya.
Artikel ini hanya potongan kecil dari artikel penuhnya. Baca selengkapnya di edisi cetak yang terbit September 2007 (dp)

ANSWERING MACHINE
Tut tit tut tet tet. Aku nge-dial nomor teleponnya Tuhan. Aku mau berdoa. Tuuuuut. Tuuuut. Ada nada sambung. Tapi… tut-tut-tut. Putus deh. Aku tekan redial lagi menghubungi Tuhan. Tuuuuut… Aha! Ada yang jawab.
“Selamat Pagi. Selamat menikmati layanan Kerajaan Surga. Tekan 1 untuk mengucap syukur. Tekan 2 untuk mengajukan pertanyaan. Tekan 3 untuk pujian penyembahan. Tekan 4 untuk permohonan.”
Lalu aku tekan angka 1.
“Maaf, malaikat yang melayani sedang sibuk. Mohon hubungi beberapa saat lagi”
Aku tekan angka 2
“Komputer kami mencatat Anda telah menghubungi kami lebih dari satu kali, karena itu kami akan akhiri pembicaraan saat ini.”
“Maaf, hari sabtu tutup, silakan hubungi senin depan”
“Maaf, nomor yang Anda hubungin sedang sibuk…”

Waaaakkkzs! Stress kalo gini caranya! Tapi, thanks God, saluran doa Tuhan nggak kayak gitu. Sekali kita berdoa padaNya pasti langsung Dia denger en kita tinggal tunggu jawabanNya.

“Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku!…” (Yesaya 58:9a)

APA ITU DOA?
Kalo ditanya apa itu doa menurut Alkitab, jawabannya pasti macam-macam. Emang sih di Alkitab nggak pernah ngejelasin secara rinci apa itu doa. Tapi menurut Ps. William Lau, doa menurut Alkitab adalah suatu komunikasi dua arah antara kita dengan Tuhan.

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)

Di ayat itu dijelasin kalo kita harus meminta sesuatu kepada Tuhan dalam doa. Artinya ada komunikasi antara kita dengan Tuhan.

Kalo menurut Ps. Victor Waang, doa itu napas hidup orang percaya yang harus ada dalam kehidupan rohani orang Kristen (kalo mo lebih jelas baca artikel ‘Doa Itu Dialog’ oleh Victor Waang).

Kalo menurut sumber lain di internet yang GF! sempet baca, doa itu adalah hubungan antara kita dengan Tuhan. Bukan sekedar hubungan biasa tapi hubungan yang akrab dan intim, kayak Papa sama anaknya.

Anyway, apapun definisi doa yang kita tau, semuanya punya satu kesamaan, yaitu doa itu harus berdasarkan suatu hubungan antara kita dengan Tuhan, Bapa kita. Inget nggak apa kata pertama yang disebutin waktu Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya buat berdoa? Bapa. Artinya, waktu kita berdoa kita lagi ngomong sama Papa kita sendiri.

Doa ≠ Rutinitas
Doa bukan rutinitas loh. Doa itu harus lahir dari kerinduan hati kita yang terdalam untuk mengenal Tuhan. Selalu inget kalo doa itu adalah saat-saat kita ngobrol sama Bapa kita. Nggak ada aturan yang bilang kalo kita wajib ngobrol sama Papa kita minimal satu jam tiap hari, ‘kan lucu jadinya kalo ada aturan kayak gitu. Kita mo ngomong sama Papa kita bisa kapan aja, mo berapa lama juga suka-suka kita, nggak ada aturannya harus berapa lama. Yang aneh adalah kalo kita jarang or dikit banget ngobrol sama Papa kita, itu artinya kita nggak akrab, tul?

Doa ≠ Liturgi
Doa juga bukan liturgi loh. Tau ‘kan istilah liturgi? Liturgi itu artinya susunan acara atau aturan baku. Nggak ada satu pun ayat di Alkitab yang nyebutin kalo kita mo doa harus ada liturginya. Kalo di zaman Perjanjian Lama okelah masih ada liturginya kalo mo doa. Misalnya harus mempersembahkan korban, cuci tangan, cuci kaki, en mandi yang bersih sebelum berdoa. Tujuannya supaya kita dianggap layak berdoa sama Tuhan. Tapi sejak kematian Yesus di kayu salib, segala macam liturgi kayak gitu udah nggak perlu lagi. Inget kematian Yesus udah bikin tirai Bait Suci terbelah, artinya kita bisa masuk langsung menghadap Tuhan, tanpa perlu segala macam liturgi lagi. Kehadiran Yesus udah ngegantiian semuanya.

DOA PUASA
Buat apa sih kita berdoa puasa? Bikin kita laper en makin kurus aja!
1. Ternyata, berpuasa sangat bermanfaat buat kita karena membantu kita menerima pengarahan dan kuasa dari Roh Kudus. Inget gak sebelum Yesus memulai pelayananNya di bumi, Ia berpuasa dulu selama 40 hari (Lukas 4:1-2). Yang harus diperhatikan adalah bahwa sebelum berpuasa ditulis “Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.” (Lukas 4:1) dan sesudah berpuasa ditulis “Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.” (Lukas 4:14). Artinya, ada peningkatan setelah Yesus berpuasa, dari yang cuman ‘penuh dengan Roh’ menjadi ‘dalam kuasa Roh’. Jalan menuju hidup yang penuh kuasa Roh Kudus adalah dengan berdoa dan berpuasa.

Apa yang dilakuin oleh Yesus, tentunya wajib dilakuin ama kita. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak” (Yohanes 14:12-13) dan “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.” (Yohanes 13:16). Kalo puasa adalah bagian terpenting yang dilakuin ama Yesus sebelum memulai pelayananNya, pastilah itu juga bagian terpenting buat kita, hambaNya.

Contoh lainnya ialah Paulus. Ia berpuasa 3 hari setelah menerima panggilan pelayanannya di jalan raya Damaskus (Kisah Rasul 9:9). Dan Paulus secara rutin berpuasa supaya pelayanannya menjadi berkuasa dan berdampak bagi orang lain (2 Korintus 6:5).

2. Selain itu, puasa juga merupakan suatu cara buat menaklukkan tubuh jasmani kita. “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Korintus 9:27). Tubuh jasmani berarti kedagingan dan keinginan daging itu berlawanan dengan keinginan Roh (Galatia 5:17). Dengan berpuasa, kita melatih tubuh kita dan keinginan jiwa kita yang selalu pengen dipuasin supaya tunduk pada keinginan roh kita sehingga nggak ada lagi yang ngehalangi pekerjaan Roh Kudus.

3. Puasa pasti butuh pengorbanan karena kita akan merasakan lapar dan terus menyangkal keinginan kita buat makan. Jadi bisa diartikan sebagai ‘dukacita menurut kehendak Allah’. Paulus membedakan dukacita menurut kehendak Allah dengan dukacita dunia di 2 Korintus 7:10 “Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian”. Tapi jangan kuatir, Matius 5:4 bilang: “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” dan Yesaya 61:3 “…untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya”.

4. Tujuan puasa adalah supaya ada perubahan pada manusia dan bukannya pada Tuhan. Kalo kita minta sesuatu yang emang di luar kehendak Tuhan, kita minta sampe puasa bertaon-taon juga nggak bakalan kita terima. Contohnya waktu Daud berpuasa supaya anak hasil perzinahannya dengan Barsyeba nggak mati. Kalo sesuatu emang salah, nggak bakalan jadi bener gara-gara kita berpuasa. Jangan anggap puasa sebagai suatu alat untuk mengelabui Tuhan atau sebagai jalan keluar buat setiap masalah yang kita hadapi.

5. Gimana caranya berdoa puasa? Sama kayak doa biasa. Setiap hari kita berdoa dan punya waktu khusus buat doa atau saat teduh. Tapi ada waktu-waktu dimana masalah terasa berat atau Tuhan kasih beban doa dalam hati dan memaksa kita buat berdoa lebih lama dan lebih terbeban. Puasa juga kayak gitu. Ada waktu-waktu rutin kita berpuasa sebagai wujud disiplin rohani misalnya seminggu sekali. Tapi ada waktu dimana ada keinginan yang kuat dari hati kita buat berpuasa lebih kuat, lebih bersungguh-sungguh.

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:16-18).

Ayat di atas mengingatkan kita untuk selalu memeriksa hati kita, niat kita dalam berpuasa. Tapi bukan berarti kita harus berpuasa sendirian terus en nggak boleh berpuasa bersama-sama. Jemaat mula-mula aja sering berpuasa bersama-sama. Yang ditekankan di ayat di atas adalah kemurnian hati kita dalam menjalankan puasa. Untuk dilihat dan dipuji Tuhan atau untuk diliat manusia?

Di Alkitab nggak ada patokan khusus cara-cara puasa. Tuhan berpuasa 40 hari 40 malam (tapi nggak ditulis apakah puasa makan dan minum atau puasa makan saja). Ester berpuasa 3 hari 3 malam tanpa makan dan tanpa minum. Daniel berpuasa makanan enak selama 4 hari. Jadi tergantung kondisi badan kamu. Kalo baru belajar puasa en punya riwayat penyakit maag yang akut, ya jangan langsung puasa kayak Yesus donk. Kalau misalnya kamu emang orangnya nggak suka makan daging, ya jangan cuman puasa Daniel donk, tapi cari apa yang menjadi kegemaran kamu yang mau kamu tundukkin. Hati-hati juga buat yang punya penyakit tertentu yang cukup gawat misalnya diabetes milletus, lebih baik konsultasi ke dokter deh. Harus diingat juga, jangan pernah puasa minum lebih dari 72 jam, karena akibatnya fatal buat tubuh. Musa emang pernah puasa 40 hari tanpa makan dan minum tapi waktu itu beliau dalam kondisi supranatural jadi sanggup ngejalaninya.

Pada dasarnya puasa itu kan pengorbanan, dukacita, penyangkalan diri dan keinginan daging. Jadi kamu bisa berkreasi sebanyak mungkin dalam menentukan puasa kamu. But… jangan lupa tanya Roh Kudus, kan kita puasa buat Tuhan. Trus yang perlu diingat, selama kita puasa jangan lupa buat baca Alkitab. Selama puasa kita juga jangan sampe lupa tujuan kita puasa.

RAHASIA DOA YANG DIJAWAB
Emang sih soal doa kita dijawab ato nggak dijawab itu haknya Tuhan. Tapi at least Alkitab kasih kita petunjuk gimana sih caranya kalo mo doa kita dijawab:

· Sepakat
“Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 18:19)

· Rendah hati
Alkitab ngajarin kita kalo Tuhan itu Bapa kita. Coba bayangin gimana caranya kalo kita mo minta sesuatu sama Papa kita? Apa kita mintanya dengan teriak-teriak nggak sopan ‘PA, AKU MINTA DUIT!!!!’? ato dengan sopan dan penuh kerendahan hati. Sama dengan Tuhan. Kalo kita bisa kayak gitu sama Papa kita, kita juga seharusnya sopan en rendah hati sama Bapa kita di surga.

· Fokus
Pernah nggak punya teman yang waktu diajak ngobrol suka nggak connect. Bukan karena orangnya lemot, tapi emang dianya nggak bisa diam. Lagi asyik-asyik ngobrol, tau-tau ngeliatin orang laen, jalan ke sana-ke sini. Jadinya ngobrol kita nggak nyambung. Nyebelin nggak sih kalo punya teman kayak gitu? So pasti. Tapi bukannya itu juga sikap kita sama Tuhan? Waktu Tuhan lagi ngomong apa, kita ke mana. Makanya nggak heran, kalo doa kita nggak dijawab-jawab sama Tuhan, ya kitanya juga nggak connect sama Dia.

“…apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati (fokus)” (Yeremia 29:13)

· Punya iman
“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Markus 11:24)

Punya iman dalam doa itu penting. En sebenarnya udah jadi suatu keharusan. Soalnya itu salah satu syarat doa kita bakal dijawab sama Tuhan. Tapi ada sisi lain yang perlu kita perhatiin, apa kita masih tinggal (punya hubungan yang erat) dalam Yesus ato nggak?

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 16:7)

Yang lebih ekstrim lagi, Smith Wigglesworth, rasul iman, mengajarkan kita untuk berdoa dengan iman yang kuat, cukup sekali meminta lalu setelah itu mengucap syukur. Kalo doa yang sama diulang-ulang, berarti kita nggak percaya, itu kata Smith.

· Nggak nyimpen dosa
“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:1-2)

Kayaknya ayat itu udah jelas deh. Nggak perlu dijelasin lagi. So sebelum kamu berdoa minta sesuatu sama Tuhan pastiin dulu kamu nggak punya dosa. Kamu bisa mengakui dosamu di hadapan Tuhan, atau membereskan dosa dan kesalahanmu pada orang lain, atau mengampuni orang yang bersalah padamu.

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16)

“Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. (Matius 5:23-24)

· Ngotot
“…Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.” (Lukas 11:5-7)

Mana ada orang yang minta roti tengah malem sambil ngebangunin yang punya rumah kalo dia nggak ngotot? Itu juga yang terjadi pada Elisa di 1 Raja 18:41-44 sewaktu ia meminta Tuhan untuk menurunkan hujan, ia harus bolak-balik ngotot berdoa sampe tujuh kali!

“…Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: “Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut.” Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: “Tidak ada apa-apa.” Kata Elia: “Pergilah sekali lagi.” Demikianlah sampai tujuh kali.”

· Taat
“dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (1 Yohanes 3:22)

Sumber : http://www.danielalesandronesta.blogspot.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: