FOREVER YOUNG AT HEART (LEARN FROM THEM)

Ketika mempersiapkan artikel ini nggak sengaja saya ketemu dengan artikel tentang “Young At Heart” di google. Sangat inspiratif.
Mereka adalah kelompok vokal yang beranggotakan warga lanjut usia di panti jompo di Massachusetts dengan rentang umur 73-90an tahun.
Rata-rata 80 tahun.

Didirikan tahun 1982, dan choir ini dipimpin oleh Bob Cilman yang punya kesabaran luar biasa mendampingi kelompok ini berlatih menyanyi.
Usia tua membuat mereka harus belajar lirik dengan menggunakan kaca pembesar, karena mata yang sudah plus. Berusaha keras menghafal lirik, karena daya ingat sudah tidak seperti dulu lagi.
Kerja keras mereka tidak sia-sia, mereka mulai diundang perform di depan publik tahun 1983, dengan tiket yang selalu sold out. Dan yang luar biasa, penontonnya bukan hanya senior citizen, tapi dari berbagai kalangan usia termasuk anak-anak muda.

Walaupun sudah lanjut usia bukan berarti mereka menyanyikan lagu-lagu jadul yang top di usia muda mereka, tapi juga lagu-lagu yang sedang diminati anak-anak muda saat ini.
Sehingga orang-orang muda bisa enjoy menyaksikan penyanyi-penyanyi yang seusia opa dan oma mereka ini.
(Saya terpikir jadi kepengen bikin choir di gereja yang anggotanya lanjut usia terus nyanyinya lagu-lagu cadasnya Hillsong atau True Worshippers…)

Respon atas performance mereka sangat positif, sehingga undangan untuk menyanyi terus mengalir.
Dalam kurun 1997-2004 mereka sudah melakukan lebih dari 12 tour di luar Amerika, yaitu di Eropa, Australia, dan Canada.

OUR LIFE JUST REBEGUN

Seorang sutradara, Stephen Walker, tergerak mendokumentasikan perjalanan choir ini dengan membuat sebuah film dokumenter, sehingga nama group ini semakin dikenal banyak orang.
Dalam 1 adegan film diperlihatkan saat mereka menyanyi di penjara.
Atmosfir saat itu tentunya meremehkan kemampuan para orangtua ini.
Tapi itu nggak berlangsung lama…., setelah Young At Heart  mulai menyanyi semua terperanjat.
Bahkan atmosfir mencemooh segera berganti dengan tetesan air mata dari para penghuni penjara.
Salah seorang penghuni penjara berkata, “This is the best performance I’ve ever seen in my life.”

“BECAUSE I AM OLD…. I HAVE A GOLDEN LIFE TO SHARE”

Hampir di setiap pertunjukan mereka ada emosi yang bergejolak.
Mulai dari gelak tawa penonton (saat mereka dihibur dengan lagu-lagu tempo cepat), hingga tetesan air mata (saat mereka bernyanyi lagu-lagu lambat yang sangat menyentuh).

Apa yang membuat penampilan Young At Heart berbeda?

Yaah….. usia mereka yang sudah tua, … sudah makan asam garam kehidupan (beberapa di antara anggota Young @ Heart pernah  merasakan jaman Perang Dunia I dan II), sudah nggak terhitung suka dan duka dalam hidup mereka, dan ….. sebentar lagi mereka akan sampai garis akhir.
Sehingga setiap lagu yang mereka nyanyikan punya makna yang amat sangat dalam.

Semangat yang mereka miliki juga membuat mereka berbeda.
Usia boleh tua, tapi semangat tetap muda.
Teman-teman lihat gambar di atas, dialah Fred Knittle, yang tidak pernah menyerah sekalipun tubuhnya mengidap penyakit jantung. Penampilannya istimewa karena setiap menyanyi Fred Knittle memakai selang di hidungnya yang dihubungkan dengan tabung oksigen karena penyakit yang diidapnya.
Di satu pertunjukan, seharusnya Fred berduet dengan temannya Bob Salvini.
Tetapi beberapa hari menjelang pertunjukan Bob meninggal dunia, sehingga akhirnya Fred bernyanyi sendirian dengan lagu yang didekasikan untuk sahabatnya Bob Salvini. Sangat menyentuh.
Lirik yang mereka nyanyikan menjadi lebih hidup karena mereka sudah mengalami apa yang mereka nyanyikan.

“YES, … I AM A CALEB GENERATION”

Saya mulai terinspirasi untuk menulis artikel ini selain setelah banyak merenungkan jarangnya jemaat usia lanjut berpartisipasi dalam gereja,
juga karena ini…

Dalam suatu pelayanan saya bertemu dengan pengkhotbah favorit saya
20 tahun yang lalu.
Tentunya sekarang usianya sudah tua. Dan saya baru menyadari bahwa beliau sepertinya hilang dari peredaran. Bukan karena mundur dari Tuhan.
Terbukti dari kotbahnya yang masih sangat memberkati.


Saya berpikir “apakah karena sudah jarang mendapat undangan pelayanan?”
Apalagi sekarang banyak pengkhotbah-pengkhotbah muda yang luar biasa Tuhan pakai, sehingga nggak heran nama hamba-hamba Tuhan senior ini mulai dilupakan.

Benar, saat ini adalah timingnya Joshua Generation.
Tapi ingat, kita juga masih punya Caleb Generation.

Ayat yang sering dipakai untuk Joshua Generation antara lain adalah dari kitab Yoel.

“Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat: orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.
(Yoel 2:28)

Tuhan memang akan pakai orang muda luar biasa. Tapi jangan lupa, di tengah ayat itu ada kalimat “orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi” dalam terjemahan Inggrisnya (NKJV),
“Your old men shall dream dreams”.
Biarkan orang-orang tua bermimpi dan menjalani mimpinya.

Kenapa disebut Caleb Generation?

Yah, karena Kaleb dengan sangat luar biasa mengatakan bahwa usia nggak ada hubungannya dengan semangat menggapai mimpinya.

10  Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;
11  pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.
12  Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, ……..
(Yosua 14)

Kaleb punya janji Tuhan yang diberikan saat ia berumur 40 tahun.
Penantian selama 45 tahun tidak membuat kekuatannya melemah. Usia 85 tahun tidak membuatnya mundur dari pengharapan. Malah Kaleb dengan berani berkata kalau kekuatannya di usia 85 tahun ini sama dengan saat ia berumur 40 tahun, sehingga masih kuat untuk meraih janji Tuhan.

ONE OF MY 2011 RESOLUTIONS

Tahun 2011 ingin saya jalani dengan semangat yang lebih baik dari tahun 2010. Salah satunya lebih intensif melibatkan orang-orang yang sudah tua untuk terlibat dalam tubuh Kristus. Memang nggak mudah, dibutuhkan kesabaran ekstra,  tapi mereka juga adalah bagian dari janji Firman Tuhan saat Tuhan mencurahkan RohNya atas manusia.

Bagian pemikiran yang lain, salah satu hukum tertua di bumi ini, yaitu
hukum sebab akibat :

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.
(Matius 7:12)
Do to others what you would have them do to you.

35 tahun dari sekarang, I will join the clubSenior citizen club.
Yaah…saya juga akan jadi tua.
Dan saya nggak mau dong dihalangi untuk melayani Tuhan sampai hembusan nafas saya yang terakhir.
Oleh karena itu saya juga tidak akan menghalangi setiap orang yang rindu melayani Tuhan, bahkan di usia tua sekalipun.

Joshua generation,  Caleb generation,  keduanya dibutuhkan dalam gereja Tuhan untuk menyatakan kemuliaanNya.
Hanya….,  berikan mereka kesempatan.

All Blessings,

 

Sumber : Julita Manik@blogspot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: