TEAM WORK SYNERGY

TAK SEORANGPUN YANG BISA JADI SUPERMAN

Almarhum Christopher Reeve menjadi sangat terkenal ketika ia memerankan tokoh Superman. Superman tokoh fantasi idola anak-anak sedunia karena kehebatan dan kekuatannya yang tak terkalahkan. Ia digambarkan senang menolong dan selalu menang atas berbagai kejahatan.

Namun, di akhir hidupnya Reeve mengalami kecelakaan hebat yang mengakibatkan ia lumpuh total. Namun, semangatnya tak terpadamkan. Dengan bantuan istri, keluarga, rekan-rekan dan peralatan medis, ia sanggup menjadi sutradara film. Apa yang dapat kita simak dari peristiwa ini? Sungguh tak seorangpun yang benar-benar bisa menjadi superman. Kita semua ternyata saling membutuhkan. Sebuah kekuatan dan kehebatan terletak dari kerja sama dan sinergi yang harmonis.

KEGAGALAN THE LONE RANGER

Memang benar ada orang yang memiliki banyak talenta dan sanggup mengerjakan berbagai pekerjaan sekaligus (multitasking), namun ia tidak memiliki segalanya. Ia tetap membutuhkan orang lain. Untuk sementara ia kelihatan unggul, tapi sesungguhnya ia tak akan mampu ber-saing menghadapi kekuatan sebuah tim.

Pernah ada seorang pemilik perusahaan yang bermaksud mencari rekanan untuk jasa training di kantornya. Ia menghubungi sebuah perusahaan training dan melakukan interview pada sang trainer. Si pengusaha menanyakan perihal kompetensi sang trainer. Dengan bangga sang trainer menjawab bahwa ia sanggup mengajarkan semua bidang keahlian yang diinginkan pemilik perusahaan. Harapannya, ia pasti memperoleh pekerjaan tersebut. Namun ia harus kecewa, karena ternyata si bos mencari trainer yang expert pada bidang tertentu dan bukan yang bisa segalanya.

DI TENGAH ERA GLOBALISASI, KITA MEMERLUKAN SPESIALISASI

Apa yang dilakukan Yesus ketika Ia siap memulai pelayanan? Yesus tidak sekadar berkhotbah, melakukan mukjizat, dan mengajar orang banyak. Tapi, Ia juga memanggil murid-murid-Nya yang pertama. Yesus membangun teamwork. Ia menyadari tugas mahapenting yang harus dilakukan, karena tidak untuk selama-lamanya Ia berada di dunia ini.

Ada hal yang menarik ketika Yesus memanggil para rasul-Nya. Yang merupakan prinsip-prinsip utama dari sebuah teamwork :

Spesifik – Mereka berasal dari latar belakang dan profesi yang berbeda. Yesus memanggil nelayan, pemungut cukai, dokter, pejuang kaum Zelot, dan lain-lainnya untuk menjadi rasul-rasul. Keragaman memperkaya khazanah dan kompetensi teamwork.

Network – Mereka dipanggil untuk menjadi penjala bukan pemancing.Sebuah jala berbeda dengan pancing. Pancing adalah usaha perorangan. Sedangkan jala berbicara tentang kerja sama. Saling mengisi, mendukung, dan menolong satu sama lain.

Delegasi – Mereka dipercayai melakukan tanggung jawab masing-masing. Secara mendadak murid-murid pernah diperintahkan untuk memberi makan 5.000 orang. Filipus segera menghitung anggaran biaya. Andreas bagian humas menemukan seorang anak dengan bekal roti dan ikan. Yesus memberkati dan murid-murid membagikannya. Mukjizat dan kuasa ada pada Yesus, namun teamwork yang ada selalu berfungsi sebagai pelaksana andal.

MEMBIASAKAN DIRI BEKERJA SECARA TEAM wORK

Tidak banyak yang memiliki bakat alamiah sebagai pemimpin. Namun sebagian besar pemimpin sulit mendele-gasikan atau bekerja sama dengan orang lain. Ego yang kuat dan sulit memercayai merupakan halangan terbesar dalam teamwork. Namun hal ini dapat dikelola dan dilatih agar kita tidak terjebak dalam kegagalan the lone ranger.

Seperti halnya seorang pemimpin tidak dilahirkan, melainkan dibentuk. Demikian pula sebuah teamwork harus dibangun dengan melewati berbagai proses pembentukan. Diawali dengan tahap pengenalan pribadi dan sesama anggota, lalu ada tahap konflik dan perbedaan pendapat. Kemudian terjadi proses saling memahami dan penyesuaian pribadi yang dilanjutkan dengan kemampuan untuk saling mengisi dan sinergi. Ketika seorang merasa lemah, maka anggota tim yang lain akan dapat menolong. Itulah keunggulan sebuah sinergi teamwork.

Jakoep Ezra, MBA, CBA
Character Specialist
http://www.powercharacter.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: