Arti Hidup yang Memberi (Bagian 1)

berapakah banyakkah kita telah menyadari, memahami dan melakukan tindakan/mengekspresi dari Hidup yg Memberi? Itu sebabnya tidak peduli apakah saudara berpengetahuan/berpendidikan, sehat, kaya, populer, pintar dan bertalenta….sebelum saudara menjadi seorang ”pemberi”, ”pendonor”, ”penyumbang/kontributor”, ”kreator”, ”suka berbuat baik” dan ”mencapai hal2 yg baik”…maka saudara belum memahami arti yg maksimal dan potensial dari suatu kepenuhan hidup.

Allah adalah Pribadi yg Suka Memberi (Yoh.3:16Flp.4:19Yoh.16:23,Yak.1:5Yoh.10:10Yoh.14:271 Kor.12:8-11Ams.10:24bMat.7: 7-11,Mrk.11:24Yak.1:17dll). Ini membuktikan bahwa karakter pribadi Allah adl Seorang Pemberi.

Allah telah memberi kita sesuatu utk diberi (apakah itu besar/kecil maupun apakah itu banyak/sedikit): apakah itu berwujud uang, rumah, kekayaan, talenta, keahlian, ide2, waktu, kasih, perhatian, kekuasaan, jabatan/posisi, dll.Tentunya ketika hal2 ini kita miliki maka kita harus menyadari bahwa semuanya ini ada dan kita miliki karena Allah semata. Semuanya milik Allah semata yg diberi dan dipercayakan/dititipkan kepada kita. Ketika Allah memberi ini semua, maka Allah telah merancang setiap kita sbg orang2 yg unik dan utk tujuan yg spesial dan istimewa.

Itu sebabnya kita harus memberi yg terbaik, yg terutama, yg sangat berharga, yg seluruhnya didedikasikan kepada Allah bahkan manusia. Semuanya ini pasti akan mendatangkan kehormatan dan kemuliaan serta penghargaan dari Allah dan juga manusia.

Rekan2, apakah arti hidup yg memberi itu?! Pertanyaan ini mungkin muncul dalam pikiran dan hati kita. Saya akan mencoba menjelaskannya kepada saudara dalam terang FirmanNya.

Arti Hidup yg Memberi:

1. Memberi adl Mempersembahkan

Itu sebabnya Rm.12:1 berkata: ”Karena itu saudara2, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yg hidup, kudus dan yg berkenan kpd Allah: itu adalah ibadahmu yg sejati.”

Jadi, prinsip yg pertama Hidup yg memberi adl Hidup yg Mempersembahkan. Yaitu mempersembahkan tubuh kita kpd Allah sbg persembahan yg hidup, kudus dan yg berkenan kpdNya.

Contoh:

a. Henokh (Kej. 5:22-24).

Henokh hidup dgn mempersembahkan dirinya dgn bergaul dgn Allah selama 300 tahun. Karena kesetiaannya ini maka Allah “mengangkat” Henokh ke dunia kekekalan di sorga dgn tidak mengalami kematian, dan Henokh beroleh keyakinan dari Allah bhw ia hidup berkenan kpdNya (Kej.5:24, Ibr.11:5).Henokh artinya: Mempersembahkan.

b. Org Majus (Mat.2:11)

Ketiga Orang Majus sujud menyembah di hadapan bayi Yesus yg mungil dan mempersembahkan Emas, Kemenyan dan Mur. Ketiga Orang Majus ini adl Henokh, Musa dan Elia. Pelajaran ttg Orang Majus ini sudah pernah saya bahas secara jelas dan mendalam dlm artikel/renungan sebelumnya yg berjudul: ”ARTI NATAL”. Jadi, memberi adalah Mempersembahkan.

Dengan kata lain, hidup yg memberi adalah hidup yg dipersembahkan kpd Allah seutuhnya sbg persembahan yg hidup, yg kudus dan yg berkenan kpdNya. Jadi, hidup yg memberi adl hidup yg dipersembahkan.

2. Memberi adl Kebahagiaan

Itu sebabnya Alkitab berkata: ”Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kpd kamu, bahwa dgn bekerja demikian kita harus membantu org2 yg lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima”(Kis.20:35).

Jadi, memberi itu adalah kebahagiaan. Bahkan dikatakan oleh Alkitab (Tuhan Yesus) bhw memberi itu lebih berbahagia daripada menerima. Saya sedih melihat bagaimana kekristenan kita mengalami batu sandungan karena kurang memberi. Ada banyak orang mengharapkan (menerima/menadahkan tangan) utk menanti berkat dari Tuhan namun mereka tidak mau memberi terlebih dahulu kpd Allah. Allah bukanlah komputer yg bisa seenaknya kita perintah utk mengeluarkan sejumlah uang dan keperluan2 kita. Allah juga bukan miskin sehingga Ia membutuhkan persembahan, kolekte, persepuluhan dan taken list atau ucapan syukur kita. Tindakan memberi itu memang sudah seharusnya. Karena segala yg kita miliki adl berasal dari Allah semuanya yg telah dipercayakan/dititipkan kpd kita utk sementara saja. Tetapi motivasi dalam memberi itulah yg terpenting. Ada banyak org memberi hanya ketika menginginkan sesuatu dari Allah atau sesuatu dari org lain.

Jika kita mempunyai motif seperti ini maka sesungguhnya kita akan kehilangan kebahagiaan itu sendiri. Alkitab katakan: Jika kita memberi dgn cara yg benar dan alkitabiah maka kita akan lebih berbahagia. Tanpa saudara meminta kpd Allah dan sesama pun..jika saudara terlebih dahulu melakukan tindakan memberi maka kita akan memperoleh kebahagiaan itu. Mengapa? Karena Allah yg mengatakan! Jika Allah mengatakan melalui FirmanNya maka Ia akan meneguhkan/menggenapi/menjamin FirmanNya! Jadi kita memberi, maka kita pun akan memperoleh kebahagiaan dalam segala jalan hidup kita. Amin! Puji Tuhan!

3. Memberi adl Menerima

Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata: ”Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yg baik, yg dipadatkan, yg digoncang dan yg tumpah ke luar dan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yg kamu pakai utk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Luk.6:38).

Ams.11:24-25 berkata: ”Ada yg menyebar harta, tetapi bertambah kaya. Ada yg menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa memberi berkat, diberi kelimpahan. Siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”

Rekan2 muda, utk mengerti prinsip2 Alkitabiah ttg Memberi dan Menerima, maka kita lebih dahulu harus menerima kenyataan bahwa Allah adl sumber hidup kita. Allah memiliki segala sesuatu, memerintah dan mengontrol seluruh alam jagat raya ini. Kita juga hrs mengerti bhw Allah itu adil, benar dan dapat dipercaya. Dalam prinsip agar kita boleh menerima sesuatu dariNya maka Allah telah meletakkan prinsip2/hukumNya untuk kita taati. Demikianlah halnya ketika Allah menciptakan hukum/prinsip ekonomiNya melalui firmanNya, yaitu bhw setiap org yg memberi pastilah menerima. Itu sebabnya memberi mendatangkan hal2 yg signifikan/nyata dan membawa dampak.

Rekan2 muda, berapakah banyakkah di antara kita yg menyadari bahwa ternyata memberi itu menerima?! Alkitab dan Tuhan katakan bahwa memberi itu menerima. Mungkin saudara heran lalu berkata: ”Ah!! Mana mungkin memberi itu menerima! Buktinya ketika saya punya uang 100 ribu rupiah jika uang saya itu saya berikan 50 ribu rupiah, maka tentu jumlahnya akan berkurang menjadi tinggal 50 ribu rupiah!” …”Bukankah kalo saya memberi maka saya memiliki sesuatu menjadi berkurang?!”…

Rekan2 muda, prinsip/hukum Allah mengatakan: Boros memberi kpd Allah dan sesama akan mendatangkan kelimpahan.Sedangkan prinsip dunia/ekonomi mengatakan: Boros menjadi miskin…Hemat Pangkal Kaya.Namun itulah cara berpikir dunia. Dunia ini selalu menilai dgn kerangka berpikir yg berbeda. Karena sebagian kita telah menerima informasi yg salah dan tertancap jauh di dalam alam berpikir kita ttg prinsip2 ekonomi dunia, maka seringkali kita mempunyai pandangan yg negatif ttg prinsip memberi. Umumnya, kita lebih menyukai utk menerima sesuatu ketimbang memberi sesuatu. Tetapi konsep Allah sangatlah berbeda. Alkitab/FirmanNya mengatakan bhw memberi itu adl menerima.

Bagi Allah, memberi adalah sesuatu yg sangat disukai, dihargai dan dipuji. Memberi mendatangkan Penerimaan berlipat kali ganda.Saya mengenal seorang hamba Tuhan yg lumayan sangat kaya, tapi hidupnya sangat kikir/pelit utk memberi kepada orang lain, bahkan kpd sesamanya org Kristen! Bahkan ketika ingin memberi…maka banyak sekali pertimbangan, analisa yg dibuatnya sebelum memutuskan memberi tetapi banyak ngak ngasihnya tuh org, Hehehe! Tapi tidak perlu sebut nama disini, hehe! Ini hanya contoh.

Namun, kebenaran tetap sama: Memberi adalah Menerima. Barangsiapa memberi maka ia akan diberi. Ukuran kebesaran seseorang adalah bukan apa yg ia punya dan berapa banyak yg ia punya, tetapi berapa banyak yg telah ia beri dari segala kepunyaannya, meskipun ia hanya memiliki sedikit. Orang yg memberi hikmat melalui nasehat dan kebijaksaan kepada org lain akan menerima berlipat kali ganda hikmat/kebijaksanaan/kepandaian dari Tuhan. Orang yg memberi uang kepada org lain juga akan diberkati secara finansial oleh Tuhan sebagaibalasnya. Orang yg memberi kasih sayang kpd sesamanya pasti akan menerima kembali cinta yg sama sbg balasnya dari Tuhan dan org yg dikasihinya. Jadi, intinya memberi pasti selalu akan menerima. Itulah kebenaran yg ingin disampaikan Tuhan melalui FirmanNya pada kita.

4. Memberi adl Suatu Standar/Ukuran

Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata: ”Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yg baik, yg dipadatkan, yg digoncang dan yg tumpah ke luar dan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yg kamu pakai utk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Luk.6:38).

Rekan2 muda, memberi adl suatu standar/ukuran. Tuhan Yesus sedang menunjukkan kebenaran kpd kita bhw apa yg kita beri itu mendatangkan suatu standar/ukuran. Besar/kecilnya pemberian kita itu mendatangkan juga standar/ukuran. Tetapi karena Allah Mahatahu, maka standar/ukuran yg diberikanNya ketika mengukur setiap pemberian kita bukan hanya dari jumlah/nominal/banyaknya saja. Tetapi harus sesuai dengan standar/ukuran Allah. Apakah itu?!

Standar/Ukuran ”memberi” yg berkenan kpdNya adl:

Standat/Ukuran Allah ttg Memberi, yaitu:

Memberi dgn Ketaatan (1 Raj.17:7-162 Raj.4:42-44)

Memberi dgn Terbaik (Mrk.12:43b-44Mat.10:40-42)

Memberi dgn Murah Hati (2 Kor.8:1-3Mat.10:7-8Luk.6:30)

Memberi dgn Melampaui Kemampuan (2 Kor.8:3b)

Memberi dgn Sesuai Kemampuan (2 Kor.8:3a)

Memberi dgn Kerelaan Hati/Ikhlas (1 Taw.29:92      Kor.9:7aRm.12:8,Kel.35:5)

Memberi dgn Sukacita (2 Kor.9:7b)

Memberi dgn Tidak karena Paksaan (Kel.25:22 Kor.9:7b)

Memberi dgn Iman (Ibr.11:6Ibr.11:4)

Memberi dgn Tidak menimbang2/Memperhatikan Keadaan atau Masalah (Pkh.11:4)

Memberi dgn Motivasi Kasih (1 Kor.13:3)

Memberi dgn Tersembunyi/Diam2/Tidak Pamer (Mat.6:3-4)

Memberi dgn Cuma2/Gratis (Mat.10:8)

Memberi dgn Teratur dan Reguler (1 Kor.16:2)

Jadi memberi adalah suatu standar/ukuran. Hal ini berlaku bagi siapa saja.

5. Memberi adl Menabur

Itu sebabnya 2 Kor.9:6 berkata: ”Camkanlah ini: Orang yg menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yg menabur banyak, akan menuai banyak juga.”

Gal.6:7 berkata: ”Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan. Karena apa yg ditabur org, itu juga yg dituainya.”

Pkh.11:6 berkata: ”Taburlah benihmu pagi2 hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yg akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.”

Jadi, prinsip memberi adl sama dgn menabur. Saudara tahu arti menabur? Ya, menabur benih! Memberi ibarat seorang penabur (petani, tukang kebun) yg sedang mengusahakan suatu benih agar menjadi suatu pohon yg berbuah, bertunas nantinya. Ayat2 Alkitab di atas tadi mengatakan bhw org yg menabur sedikit akan menuai sedikit, dan org yg menabur banyak akan menuai banyak. Jadi setiap kita bahkan org kaya maupun org miskin diwajibkan oleh FirmanNya utk menabur sebanyak mungkin sesuai kemampuannya. Bahkan Alkitab menyuruh kita untuk tetap menabur setiap saat/keadaan: baik pagi, maupun petang hari.Kedua2nya sama2 baik, yaitu sama2 akan menghasilkan nantinya dari segala yg telah kita taburkan. Prinsip Allah ttg menabur adl pelipatgandaan, kelimpahan dan berkat.

Org yg menabur uang, akan menuai uang. Org yg menabur hikmat akan menuai hikmat. Org yg menabur kasih akan menuai kasih. Org yg menabur pengetahuan ttg Firman Tuhan akan menuai pengetahuan ttg Firman Tuhan. Org yg menabur keahlian akan menuai keahlian. Jadi kita akan menuai sesuai dgn apa yg telah kita tabur. Jadi jangan berharap saudara akan menuai uang, tetapi tidak pernah/tidak mau menabur uang…maka Alkitab mengatakan itu sama saja dgn membohongi diri sendiri dan membohongi Allah. Kecuali saudara menuai uang kotor: dari korupsi, judi, maling/ngerampok,…hehehe, tapi saya percaya saudara tidak demikian. Prinsip menabur artinya, jangan mengharapkan sesuatu yg tidak pernah saudara tabur. Taatilah prinsip menabur, maka kita akan menuai sesuai dgn apa yg kita telah tabur. Inilah jaminan FirmanNya yg pasti dan meneguhkan!

6. Memberi adl Tindakan Rohani

Jadi memberi adl Tindakan Rohani.Memberi bukan hanya tindakan fisik yg kita lakukan dgn tangan saja. Jika benar memberi hanya tindakan fisik saja, maka org2 besar dan kuat akan memberi lebih. Tapi saya tahu itu tidak benar. Memberi juga bukan tindakan intelektual. Jika benar memberi merupakan tindakan intelektual maka org2 terpelajar/cendekiawan/pintar akan memberi lebih. Semakin pintar seseorang, semakin sulit baginya utk memberi karena dalam kerangka berpikirnya ia mencari cara utk memperoleh untung dgn memberi dlm teori ekonominya. Jadi memberi merupakan tindakan rohani.

Mengapa memberi itu tindakan rohani? Karena utk memberi maka manusia harus memberi dgn murah hati (2 Kor.8:1-3Mat.10:7-8Luk.6:30), memberi yg terbaik (Mrk.12:43b-44Mat.10:10-42), memberi melampaui kemampuan (2 Kor.8:3b), memberi dgn kerelaan hati/ikhlas (1 Taw.29:92 Kor.9:7a,Rm.12:8Kel.35:5), memberi dgn sukacita (2 Kor.9:7b), memberi dgn tidak karena terpaksa (Kel.25:22 Kor.9:7b), memberi dgn iman (Ibr.11:6,Ibr.11:4), memberi dgn tidak menimbang-nimbang/memperhatikan keadaan atau masalah (Pkh.11:4), memberi dgn motivasi kasih (1 Kor.13:3), memberi tanpa mengharap balasan/cuma2 (Mat.10:8), memberi dgn diam2/tidak pamer (Mat.6:3-4) dan masih banyak lagi… Ini semua tentunya hanya dapat dilakukan oleh org2 yg rohani, jadi bukan dilakukan oleh sembarang org. Jadi benar…memberi itu adalah Tindakan Rohani.

7. Memberi adl Tindakan yg Menyukakan Hati

Rekan2 muda, dgn memberi kita dapat menyukakan/menyenangkan hati siapa saja: orangtua, sanak saudara, anggota jemaat, teman/sahabat, tetangga, bahkan musuh kita sekalipun. Untuk menyukakan hati seseorang, maka kita harus memberi, dan harga dari yg kita beri adl sangat penting.

Contoh:

a. Pemberian Gadis dari Betania (Mat.26:6-13)

Yesus senang/suka kpd perbuatan seorang gadis dari Betania, yg bernama Maria. Maria dari Betania ini telah memberikan suatu pelayanan yg sangat mahal kpd Yesus ketika ia meminyaki kaki Yesus dgn Minyak Narwastu yg sgt mahal harganya. Dgn kata lain, Maria ini telah memboroskan sesuatu yg sgt berharga di kaki Yesus, dan Yesus sgt senang dgn pemberian Maria ini sehingga Yesus berkata: ”Sesungguhnya dimana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yg dilakukannya ini akan disebut juga utk mengingat dia” (Mat.26:13).

Jadi pemberian itu sangat menyukakan hati Tuhan Yesus. Itu sebabnya jika kita memboroskan, memberikan atau mengorbankan harta kekayaan, sesuatu yg berharga dan segenap kemampuan kita kpd Allah, melalui persembahan persepuluhan, kolekte, persembahan sukarela, sumbangan pembangunan gereja,…maka ini semua sgt menyukakan hati Tuhan, dan apa saja yg saudara minta akan diberiNya. Mengapa? Karena Tuhan sudah senang/bersuka.

Jadi seperti Maria dari Betania yg pemberiannya dihargai dan akan diingat dan ditulis dlm Injil, maka sesungguhnya ketika kita memberikan sesuatu yg sangat berharga kpd Allah….maka pemberian yg sangat berharga itu akan diingat, dikenang, dan dijadikan teladan yg baik oleh Allah dan dijadikan pelajaran yg baik bg org lain.

b. Pemberian dari Janda yg sgt Miskin (Mrk.12:41-44)

Pemberian Janda ini sgt sedikit, yaitu memberi hanya 2 peser ketika memasukkan uangnya ke dalam peti persembahan. Kalo jaman sekarang mungkin persembahan janda ini hanya 2 uang logam terkecil di Indonesia..katakanlah sekitar 2 uang logam 50 rupiah-an (ato setara dgn 100 rupiah). Wah! Dikit banget!! Tapi perhatikan! Tuhan Yesus memuji pemberian dari janda ini. Mengapa? karena ia memberi dari kekurangannya, yaitu semua uang yg ada padanya. Jadi kekayaan janda miskin ini hanya 2 peser, tetapi semua diberikannya utk persembahan di Bait Allah.

Dengan kata lain, janda ini telah memberi 100 % dari semua uang/kekayaan yg dimilikinya walaupun hanya 2 peser! Bisakah saudara bayangkan?! Perbuatan janda miskin ini luar biasa!! Itu sebabnya Tuhan mengenang perbuatannya sehingga Alkitab harus mencatat pemberian janda miskin ini. Luar biasa! Jadi,Tuhan senang kepada orang2 yg radikal/ekstrem/extravagansa dlm memberi. Setiap pemberian yg menyukakan hatiNya pasti akan diingatNya dan akan menerima balasan/berkat dariNya. Puji Tuhan!

Nah, rekan2 muda kristen …

Demikianlah renungan ini kiranya menjadi berkat dan pelajaran berharga dlm hidup kita.

Ingat ya! Ini masih Bagian Pertama.

Tunggu aja Bagian Kedua, akan saya berikan bagi saudara di waktu dan kesempatan mendatang.

Kiranya renungan ttg Arti Hidup yg Memberi ini menjadi berkat bagi kita semua.

Amin!

Salam damai sejahtera,

Ev.St.

Jodi L. Parson R, S.H.



 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: