Mengampuni Sebagai Tindakan Kasih | I Korintus 13:5-7

Mengampuni orang yang bersalah kepada kita adalah perintah Allah. Pembawaan manusiawi kita cenderung lebih suka untuk melampiaskan kemarahan. Tetapi sebagai bejana kasih Allah, kita tidak lagi hidup menurut desakan kedagingan kita. Dengan ROH KUDUS yang berdiam di dalam diri kita, ketika seseorang menunjukkan perlakuan buruk terhadap kita, kita tidak hanya dapat mengampuni orang itu, tetapi juga menunjukkan kasih kepadanya.

1 Korintus 13:5 memberitahu kita:

“Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri.” Kebanyakan orang sibuk memikirkan hak mereka, dan melupakan kewajiban mereka. Hal ini seringkali menimbulkan benturan, manakala pihak yang satu diuntungkan dan yang lain merasa dirugikan oleh karena gesekan antara hak dan kewajiban itu. Alkitab mengajar kita untuk memberikan perhatian kita yang utama bukan kepada kepentingan kita sendiri, melainkan kepentingan orang lain. Kita didorong untuk senantiasa menunjukkan kasih Allah kepada semua orang, bahkan kepada musuh kita sekalipun (Matius 5:44).

“Kasih tidak pemarah.” Memelihara roh yang penuh damai ketika kita dalam keadaan kesal memang sangat sulit. Namun sesungguhnya, saat-saat ketika kita disakiti atau disalahkan, justru merupakan saat-saat di mana kita paling perlu memikirkan bagaimana kasih Allah mengalir melalui kita. Pikirkanlah betapa seringnya YESUS harus menghadapi para pemimpin agama yang dengan sengaja memprovokasi-Nya. Pikirkanlah juga mengapa Dia memilih untuk tetap di atas kayu salib, bahkan Dia meminta Bapa-Nya untuk mengampuni orang-orang yang menyalibkan-Nya!

“Kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain.” Kasih Allah yang mengalir melalui kita dapat menyingkirkan luka yang ditimbulkan orang lain. Izinkanlah Dia untuk memulihkan hati kita, dan jangan biarkan Iblis mencari pijakan di atas bekas luka itu.

Anda mungkin sering disalahpahami atau diperlakukan tidak baik oleh orang lain. Namun bila kasih Allah ada di dalam diri Anda, maka Anda tidak akan pernah memberikan ruang bagi provokasi dan kepahitan di hati Anda. Sebaliknya, Anda akan lebih suka memberikan pengampunan

Sumber:Sentuhanhati.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: