Cantik itu Apaaa,,,,ya ????

1. Cantik itu bagaimana?
Sejak dihubungi Sonya, saya bertanya kepada banyak orang, laki-laki dan perempuan, tua dan muda: Cantik itu bagaimana? Jawabannya selalu sama:
Cantik itu dari luar dan dari dalam. Kalau cuma dari luar? Tidak
cantik. Kalau cuma dari dalam? Masih cantik. Pilih yang mana?
Kalau boleh sih … keduanya!

2. Cantik itu obyektif atau subyektif?
Kalau melihat kerumunan orang banyak atau foto orang banyak, kita bisa menun-juk: Yang ini, dan ini, dan ini cantik… Seperti bintang film
atau foto model untuk reklame sabun, dll. Jadi ada ukuran obyektif.
Tapi ada juga ungkapan-ungkapan seperti ini yang menjadikan cantik itu subyektif:
o Beauty is in the eyes of the beholder.
Kecantikan ada di mata orang yang memandangnya.
o You don’t love a woman because she is beautiful; she
is beautiful because you love her.
Anda tidak mengasihi seorang perempuan karena ia cantik; ia cantik
karena anda mencintainya. Ada sebuah cerita dari suku Indian tentang
seorang anak yang kesasar di hutan. Ia mencari ibunya yang “paling cantik di dunia”. Anda pasti mengenal Ibu Teresa dari Kalkuta. Wanita tua dan keriput. Bagi orang-orang miskin India yang mengalami sentuhan kasihnya dialah wanita paling cantik di dunia.

3. Apa yang menjadikan seseorang cantik dari dalam?
Upik: Ma, hari ini Mama cantiiik deh!
Mama: Loh, kenapa?
Upik: Habis, Mama hari ini tidak marah-marah.

Ilona tinggal di Smoky Mountain, Quezon City, sebuah gunung berupa
tumpukan sampah yang terus berasap karena dibakar. Di dekatnya ada perkampungan pemulung, rapi dan bersih, tidak seperti di Indonesia. Ketika saya masuk ke dalam rumahnya, ia
sedang menyapu. Saat dia menoleh, saya terpesona oleh wajahnya yang cantik berseri, secantik namanya. Sekaligus saya terperanjat, sebab ternyata lengannya cuma sebatas siku. “Ilona is beautiful because she’s happy,” kata tuan rumah kepada saya.

Seorang pastor muda (35 th) ketika ditanya siapa wanita paling cantik
dalam hidupnya, kontan menjawab, “Ibu saya!” Katanya, “Dulu, sebelum saya lahir, ibu saya lebih cantik. Itu yang nampak di foto. Tapi di mata saya kecantikan ibu tidak menjadi pudar,
malah ia semakin cantik saja. Ibu tumbuh secara rohani. Ia makin sabar, makin pasrah, makin lembut, makin penuh pengertian, makin ramah. Pokoknya makin suci, makin dekat Tuhan. Itu yang membuat dia makin cantik.”

4. Cantik menurut Kitab Suci
Kalau manusia, khususnya wanita disebut cantik, beautiful, itu karena
ia diciptakan oleh Allah yang “maha beautiful”.
One thing have I asked of the Lord ….
that I may dwell in the house of the Lord all the
days of my life, to behold the BEAUTY of the Lord …
(Mzm 27:4)
Dalam Alkitab Indonesia kata “beauty” itu diterjemahkan dengan
“kemurahan”. Kemuliaan dan keagungan Tuhan terpancar pada
ciptaan-Nya, khususnya manusia. Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulia
nama-Mu di seluruh bumi. keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan
…….

Apakah anak manusia sehingga Engkau mengindahkannya?
Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti
Allah (Mzm 8)

Kalau Allah itu maha beautiful, dan kita dijadikan menurut gambar dan
rupa-Nya (Kej 1:26), tak dapat tidak, kita masing-masing beautiful dan lovely. Sebuah wajah yang memancarkan senyum yang tulus dan gembira tak pernah jelek. Perhatikan senyum seorang anak. Bukankah cantik dan indah?

Cantik sama dengan “tak bersalah”, “innocent”, keadaan Adam dan Hawa sebelum berdosa, seperti Allah menciptakan mereka. Aneh bahwa kita sering bicara tentang dosa asal, ‘original sin’, dan tidak tentang ‘original innocence’, sebab inner beauty, cantik dari dalam, adalah innocence.

Kecantikan asli yang dari Tuhan, dirusak oleh dosa. Allah menilik bumi
itu, dan sungguh rusak benar,
sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak dibumi (Kej 6:12).

Sementara bertambah umur, kita kehilangan gambar asli, dan gambar
buatan kita sendiri menjadi lebih dominan.
Bahkan gambar Allah itu seolah pudar atau hilangkarena kita tidak
merawatnya atau memupuknya.
Dalam Kidung Agung, buku yang paling ‘romantis’, yang cantik adalah
yang dikasihi:
Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik
engkau,bagaikan merpati matamu…. (Kid 1:15)

Barangkali kita masih ingat kisah cinta Yakub yang menikah dengan Lea dan Rahel bersaudara. Tentang mereka tertulis:
Lea tidak berseri matanya,tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik
parasnya. Yakub cinta kepada Rahel. (Kej 29:16-17)
Pantas kita bertanya mengapa Lea tidak berseri matanya?

Menurut Kitab Amsal kecantikan itu sia-sia bila tidak dibarengi dengan
watak dan sifat-sifat yang baik:
Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila (Ams 11:22).
Dalam Kitab yang sama kita menemukan deskripsi seorang istri yang
ideal:
Istri yang cakap, siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya,
suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Ia berbuat baik kepada
suaminya, dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.
Selanjutnya ia digambarkan sebagai wanita yang pandai berbisnis, yang optimis. Tapi ia juga mempunyai hikmat dan mengajar dengan lemah lembut.
Akhir kata, Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia,
tetapi istri yang takut akan Tuhan
dipuji-puji (Ams 31:10-31)

Sebenarnya kita semua cantik dari dalam, tapi kecantikan itu sering
tidak muncul karena tertutup oleh hal-hal yang tidak begitu bagus. Kita membangun benteng pertahanan di mana kita merasa aman. Kita menjadi defensif, lebih suka mempersalahkan orang lain atau situasi, daripada berkonfrontasi dengan kebenaran. Itulah sebabnya Adam mempersalahkan Hawa,
dan Hawa mempersalahkan ular (bdk Kej 3:12-13).

Allah menjadikan kita manusia bebas, tapi anehnya kita lebih suka
diperbudak. Ada sebuah buku berjudul “The
Beauty Myth”, mitos kecantikan. Buku itu mau membebasan perempuan dari apa yang disebut gambaran-gambaran kecantikan yang dipaksakan kepada perempuan. Contohnya kosmetik yang dijadikan keharusan bagi perempuan yang ingin cantik,
trend-trend mode yang harus diikuti perempuan. Perempuan menjadi obyek seks kaum lelaki, obyek kesenian, dan bukan karya seni itu sendiri.
Proses menjadi tua berdampak lebih negatif terhadap gambaran perempuan daripada laki-laki. Sungguh ironis bahwa kita melakukan banyak hal untuk meningkatkan kecantikan fisik, misalnya dengan menambah atau mengurangi bobot, macam-macam senam, bedah plastik, makanan khusus, obat dan dieet. Semua itu merupakan bisnis yang laku, sebab kita semua ingin kelihatan cantik. Namun wajah dan tubuh yang manis, tidak selalu sama dengan wajah dan tubuh yang cantik menurut ukuran “dunia”.

Inner beauty itu lebih dalam, karena bukan hanya bagian dari tubuh
fisik, melainkan dari seluruh kepribadian, termasuk wataknya. Cantik dari dalam adalah kuasa dan rahmat Allah yang memungkinkan seorang menjadi bahagia, penuh percaya, berani, bersemangat untuk menampilkan yang terbaik dari dirinya bagi keluarganya, ling-kungannya dan dunia. Seluruh sejarah keselamatan adalah karya Allah bersama manusia untuk memulihkan keindahan asali, bahkan menjadi lebih indah dalam Kristus.

Pada akhir zaman akan ada langit yang baru dan bumi yang baru. Umat Allah digambarkan sebagai Yerusalem baru:
Aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru,
turun dari surga, dari Allah, yang berhias bagaikan
pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
(Why 21:2).

5. Kiat menjadi cantik dari dalam
Allah menciptakan kita cantik dan penuh bakat. Adalah pilihan kita
untuk menjadi cantik atau tidak. Cantik dari dalam tidak membutuhkan polesan-polesan atau sarana-sarana dari luar. Beberapa kiat untuk menjadi cantik dari dalam:
a. Sehat rohani: Menerima bahwa hidup ini anugerah.
Dengan penuh percaya dan syukur menerima pemberian Tuhan kepada saya dan kepada setiap orang. Cantik dari dalam ialah kasih, sukacita dan damai yang terpancar dari wajah dan pribadi orang.
b. Percaya pada Tuhan yang menjadikan segalanya indah pada waktunya:
Pandai melihat segi yang baik, yang positif. Orang yang pasrah dan
optimis menjadi cantik karena ia gembira dan bahagia. Saya mengenal seorang ibu yang berjuang tujuh tahun dengan penyakit kankernya. Sampai hari terakhir hidupnya ia tetap di tengah
keluarganya, melayani suami dan anak-anaknya.Yang dipikirkan selalu
orang lain. Pada hari terakhir hidupnya dengan bibir yang pecah karena jatuh, ia masih sempat menilpon temannya untuk mengucapkan selamat HUT.
Suaminya bersaksi: Istri saya cantik, sebab ia wanita yang penuh iman, optimis, selalu gembira dan sungguh bahagia.
b. Mengasihi:
Kita semua ingin dikasihi, sebab yang dikasihi itu cantik di mata
kekasihnya. Seka-rang, bagaimana caranya supaya dikasihi? Tak ada jalan lain daripada mengasihi. Mengasihi dengan tulus, tanpa pamrih, tanpa target untuk balas dikasihi (itu namanya
bisnis kasih). Orang yang mengasihi selalu cantik.
Contohnya Ibu Teresa dari Kalkuta. Orang yang mengasihi, perhatiannya ditujukan keluar, kepada orang lain, untuk membahagiakan orang lain, membuat orang lain sejahtera.
c. Dekat dengan Allah. Allah adalah sumber keindahan, kecantikan. Makin suci seseorang, makin cantik dia dari dalam. Orang yang dekat dengan Allah makin ditransformasi, menjadi sehati dan sepikir dengan Allah. Untuk itu perlu mengenal Kitab Suci.
Tentang Musa dikatakan, bahwa Tuhan berbicara dengan Musa dengan
berhadapan muka seperti seorang berbicara
kepada temannya (Kel 33:11).
Maka kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan
Tuhan (Kel 34:29).

Kita akhiri dengan kata-kata penuh pengharapan dari Mzm 62:6-10
Hanya pada Allah saja aku tenang, sebab daripada-Nyalah harapanku.
Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku,
kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku (kecantikanku)
gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya, Allah ialah tempat perlindungan kita.

 

Sumber :

Sr. Emmanuel Gunanto, osu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: