Mencintai Firman Tuhan

Ayat bacaan: Mazmur 119:97
========================
“Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.”

mencintai firman Tuhan, taurat TuhanAnda pernah jatuh cinta? Jika pernah, tentu anda tahu bagaimana rasanya. Makan tak enak, tidur tak nyenyak, begitu kata orang. Kita gelisah ketika jauh, rasa rindu akan segera menyerang begitu kita berpisah meski hanya untuk waktu yang singkat. Setiap saat kita ingin bertemu, mendengar suaranya, melihat wajahnya dan menghabiskan waktu bersama dengan orang yang kita cintai. Rasa cinta bisa begitu dalam hingga kita rela mengorbankan apapun untuk itu. Bagaikan magnet yang akan selalu berusaha menarik satu sama lain, seperti itu pula rasanya ketika cinta tengah melanda diri kita dan orang yang kita kasihi.

Sebuah ungkapan cinta ditulis lengkap oleh Daud dalam Mazmur 119. Bukan kepada seseorang, tetapi tentang rasa cintanya yang begitu besar kepada firman Tuhan. Tidak hanya dalam Mazmur 119 saja, tetapi jika kita melihat isi dari kitab Mazmur, maka kita akan menemukan ada begitu banyak ayat yang menyatakan kecintaan sang Penulis terhadap firman Tuhan. Tapi hari ini mari kita melihat pasal 119 yang sangat panjang ini. Disana Daud melukiskan dengan indah mengenai rasa cintanya dan apa yang ia peroleh dari taurat Tuhan yang sangat ia cintai itu. Dengan lantang Daud berseru: “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.”(Mazmur 119:97). 

Layaknya rasa cinta yang tidak asing lagi bagi kita, Daud pun merasakan hal seperti itu terhadap firman Tuhan. Bagi Daud, merenungkan dan melakukan firman Tuhan bukanlah sebuah paksaan, bukan sebuah kewajiban semata dan bukan pula beban, melainkan sebuah kesukaan yang didasari rasa cinta. Ia terus merindukan firman Tuhan hingga ia menyatakannya dengan “merenungkannya sepanjang hari”, dan di awal kitab Mazmur ia mengatakan merenungkannya “siang dan malam”. Inilah bentuk kecintaan Daud yang luar biasa besarnya terhadap firman Tuhan. Mengapa ia bisa jatuh cinta sedemikian dalam? Daud menemukan begitu banyak hal yang membuktikan keampuhan firman Tuhan. Mari kita lihat beberapa diantaranya hanya dengan fokus kepada pasal 119 saja.

– Daud tahu bahwa firman Tuhan itu memberi kehidupan. “Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku.” (ay 93)
– Firman Tuhan membuatnya lebih bijaksana. “Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.” (ay 98)
– Firman Tuhan membuatnya lebih berakal budi. “Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.” (ay 99)
– Ia menjadi lebih paham dari orang-orang tua yang bijaksana sekalipun. “Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.” (ay 100)
– Ia menjadi lebih mampu menahan diri dari segala godaan tindak kejahatan. “Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.” (ay 101). 
– Ada janji yang manis yang mampu memberikan penghiburan dikala susah. “Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.” (ay 103)
– Firman Tuhan memberi pengertian sehingga ia tahu apa yang dibenci Tuhan. “Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.” (ay 104)
– Firman Tuhan mampu mengarahkan masa depannya ke arah yang diinginkan Tuhan. “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (ay 105)

Dan ada banyak lagi kuasa firman Tuhan yang akan sangat berguna bagi diri kita, baik saat ini maupun untuk masa depan kita kelak. Singkatnya, Daud tahu pasti bahwa ada kerugian besar yang akan kita derita apabila kita tidak hidup bersama firman Tuhan.

Di dalam firman Tuhan ada banyak janji, petunjuk, nasihat, tuntunan, hikmat dan teguran. Di dalam firman Tuhan ada kuasa yang ampuh untuk kesembuhan, pemulihan, berkat dan tentu saja keselamatan. Secara singkat Daud mengatakan seperti ini: “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik… tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:1-3). Alangkah ruginya apabila kita hari ini masih menganggap menggali firman Tuhan itu sebagai sesuatu yang membosankan. Bagaimana dengan anda? Seberapa besar cinta anda akan firman Tuhan hari ini? Apakah membaca Alkitab, membaca, merenungkan, memperkatakan dan melakukannya sudah menjadi kerinduan bagi anda? Apakah menggali firman Tuhan merupakan sebuah kesukaan yang didasari rasa cinta atau malah beban? Tuhan siap berbicara menyingkapkan banyak hal kepada anda hari ini, Dia rindu untuk menyampaikan banyak hal kepada anda sekarang juga, dan anda bisa memperolehnya lewat firman Tuhan yang hidup. Seperti Daud, hiduplah bersama firman Tuhan dan temukan segala tuntunan Tuhan yang akan mampu membuat hidup kita jauh lebih baik, seturut rencanaNya dan akan mengarahkan kita kepada jalan yang telah Dia persiapkan bagi kita.

Firman Tuhan merupakan kabar dari Tuhan yang memerdekakan

Kesaksian Ahok, “Wakil Gubernur DKI Jakarta”

Saya lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, di Belitung Timur, di dalam keluarga yang belum percaya kepada Tuhan. Beruntung sekali sejak kecil selalu dibawa ke Sekolah Minggu oleh kakek saya. Meskipun demikian, karena orang tua saya bukan seorang Kristen, ketika beranjak dewasa saya jarang ke gereja.

Saya melanjutkan SMA di Jakarta dan di sana mulai kembali ke gereja karena sekolah itu merupakan sebuah sekolah Kristen. Saat saya sudah menginjak pendidikan di Perguruan Tinggi, Mama yang sangat saya kasihi terserang penyakit gondok yang mengharuskan dioperasi. Saat itu saya walaupun sudah mulai pergi ke gereja, tapi masih suka bolos juga. Saya kemudian mengajak Mama ke gereja untuk didoakan, dan mujizat terjadi. Mama disembuhkan oleh-Nya! Itu merupakan titik balik kerohanian saya. Tidak lama kemudian Mama kembali ke Belitung, adapun saya yang sendiri di Jakarta mulai sering ke gereja mencari kebenaran akan Firman Tuhan.
Suatu hari, saat kami sedang sharing di gereja pada malam Minggu, saya mendengar Firman Tuhan dari seorang penginjil yang sangat luar biasa. Ia mengatakan bahwa Yesus itu kalau bukan Tuhan pasti merupakan orang gila. Mana ada orang yang mau menjalankan sesuatu yang sudah jelas tidak mengenakan bagi dia? Yesus telah membaca nubuatan para nabi yang mengatakan bahwa Ia akan menjadi Raja, tetapi Raja yang mati di antara para penjahat untuk menyelamatkan umat manusia, tetapi Ia masih mau menjalankannya! Itu terdengar seperti suatu hal yang biasa-biasa saja, tetapi bagi saya merupakan sebuah jawaban untuk alasan saya mempercayai Tuhan. Saya selalu berdoa “Tuhan, saya ingin mempercayai Tuhan, tapi saya ingin sebuah alasan yang masuk akal, cuma sekedar rasa doang saya tidak mau,” dan Tuhan telah memberikan PENCERAHAN kepada saya pada hari itu. Sejak itu saya semakin sering membaca Firman Tuhan dan saya mengalami Tuhan.
Setelah saya menamatkan pendidikan dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi pada tahun 1989, saya pulang kampung dan menetap di Belitung. Saat itu Papa sedang sakit dan saya harus mengelola perusahaannya. Saya takut perusahaan Papa bangkrut, dan saya berdoa kepada Tuhan. Firman Tuhan yang pernah saya baca yang dulunya tidak saya mengerti, tiba-tiba menjadi rhema yang menguatkan dan mencerahkan, sehingga saya merasakan sebuah keintiman dengan Tuhan. Sejak itu saya kerajingan membaca Firman Tuhan. Seiring dengan itu, ada satu kerinduan di hati saya untuk menolong orang-orang yang kurang beruntung.
Papa saat masih belum percaya Tuhan pernah mengatakan, “Kita enggak mampu bantu orang miskin yang begitu banyak. Kalau satu milyar kita bagikan kepada orang akhirnya akan habis juga.” Setelah sering membaca Firman Tuhan, saya mulai mengerti bahwa charity berbeda dengan justice. Charity itu seperti orang Samaria yang baik hati, ia menolong orang yang dianiaya. Sedangkan justice, kita menjamin orang di sepanjang jalan dari Yerusalem ke Yerikho tidak ada lagi yang dirampok dan dianiaya. Hal ini yang memicu saya untuk memasuki dunia politik.
Pada awalnya saya juga merasa takut dan ragu-ragu mengingat saya seorang keturunan yang biasanya hanya berdagang. Tetapi setelah saya terus bergumul dengan Firman Tuhan, hampir semua Firman Tuhan yang saya baca menjadi rhema tentang justice. Termasuk di Yesaya 42 yang mengatakan Mesias membawa keadilan, yang dinyatakan di dalam sila kelima dalam Pancasila. Saya menyadari bahwa panggilan saya adalah justice. Berikutnya Tuhan bertanya, “Siapa yang mau Ku-utus?” Saya menjawab, “Tuhan, utuslah aku”.
Di dalam segala kekuatiran dan ketakutan, saya menemukan jawaban Tuhan di Yesaya 41. Di situ jelas sekali dibagi menjadi 4 perikop. Di perikop yang pertama, untuk ayat 1-7, disana dikatakan Tuhan membangkitkan seorang pembebas. Di dalam Alkitab berbahasa Inggris yang saya baca (The Daily Bible – Harvest House Publishers), ayat 1-4 mengatakan God’s providential control, jadi ini semua berada di dalam kuasa pengaturan Tuhan, bukan lagi manusia. Pada ayat 5-10 dikatakan Israel specially chosen, artinya Israel telah dipilih Tuhan secara khusus. Jadi bukan saya yang memilih, tetapi Tuhan yang telah memilih saya. Pada ayat 11-16 dikatakan nothing to fear, saya yang saat itu merasa takut dan gentar begitu dikuatkan dengan ayat ini. Pada ayat 17-20 dikatakan needs to be provided, segala kebutuhan kita akan disediakan oleh-Nya. Perikop yang seringkali hanya dibaca sambil lalu saja, bisa menjadi rhema yang menguatkan untuk saya. Sungguh Allah kita luar biasa.
Di dalam berpolitik, yang paling sulit itu adalah kita berpolitik bukan dengan merusak rakyat, tetapi dengan mengajar mereka. Maka saya tidak pernah membawa makanan, membawa beras atau uang kepada rakyat. Tetapi saya selalu mengajarkan kepada rakyat untuk memilih pemimpin: yang pertama, bersih yang bisa membuktikan hartanya dari mana. Yang kedua, yang berani membuktikan secara transparan semua anggaran yang dia kelola. Dan yang ketiga, ia harus profesional, berarti menjadi pelayan masyarakat yang bisa dihubungi oleh masyarakat dan mau mendengar aspirasi masyarakat. Saya selalu memberi nomor telepon saya kepada masyarakat, bahkan saat saya menjabat sebagai bupati di Belitung. Pernah satu hari sampai ada seribu orang lebih yang menghubungi saya, dan saya menjawab semua pertanyaan mereka satu per satu secara pribadi. Tentu saja ada staf yang membantu saya mengetik dan menjawabnya, tetapi semua jawaban langsung berasal dari saya.
Pada saat saya mencalonkan diri menjadi Bupati di Belitung juga tidak mudah. Karena saya merupakan orang Tionghoa pertama yang mencalonkan diri di sana. Dan saya tidak sedikit menerima ancaman, hinaan bahkan cacian, persis dengan cerita yang ada pada Nehemia 4, saat Nehemia akan membangun tembok di atas puing-puing di tembok Yerusalem.
Hari ini saya ingin melayani Tuhan dengan membangun di Indonesia, supaya 4 pilar yang ada, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya wacana saja bagi Proklamator bangsa Indonesia, tetapi benar-benar menjadi pondasi untuk membangun rumah Indonesia untuk semua suku, agama dan ras. Hari ini banyak orang terjebak melihat realita dan tidak berani membangun. Hari ini saya sudah berhasil membangun itu di Bangka Belitung. Tetapi apa yang telah saya lakukan hanya dalam lingkup yang relatif kecil. Kalau Tuhan mengijinkan, saya ingin melakukannya di dalam skala yang lebih besar.

Saya berharap, suatu hari orang memilih Presiden atau Gubernur tidak lagi berdasarkan warna kulit, tetapi memilih berdasarkan karakter yang telah teruji benar-benar bersih, transparan, dan profesional. Itulah Indonesia yang telah dicita-citakan oleh Proklamator kita, yang diperjuangkan dengan pengorbanan darah dan nyawa. Tuhan memberkati Indonesia dan Tuhan memberkati Rakyat Indonesia.

HOME RUN TO JESUS

Tim Tuhan melawan tim Setan, tim Tuhan mendapat giliran memukul. Score masih kosong-kosong padahal waktu hampir berakhir. Pertandingan berlangsung ketat.

Pemain yang bernama “KASIH” mendapat giliran memukul bola dan berhasil mencapai perhentian (base) pertama, karena “KASIH” tak pernah gagal.

Kemudian giliran “IMAN” yang juga berhasil, karena “IMAN” bekerja bersama-sama “KASIH”.

Setelah itu, giliran “HIKMAT ALLAH” dan ia pun berhasil memukul bola dan lari ke ‘base’.

Namun ketiganya belumlah kembali ke homebase. Kemudian Tuhan pun mengatakan kepada Pelatih, “keluarkan pemain bintang kita.”

Dan masuklah “ANUGERAH” ke lapangan untuk memukul bola.

Setan berkata “Tampangnya tak terlihat hebat.” Tim Setan meremehkannya.

Maka bola pun di lemparkan, “Buuukkkkkkkkk ! O la la, “ANUGERAH” memukul bola lebih keras dari pemain-pemain sebelumnya. “ANUGERAH” memukul bola dengan kerasnya sampai-sampai bola melambung tinggi sekali dan tak terjangkau oleh pemain tim Setan… sampai akhirnya… ‘home run’ !!!

Tim Tuhan menang.

Kemudian Tuhan bertanya kepada Pelatih, sekiranya dia tahu mengapa IMAN, HIKMAT ALLAH dan KASIH dapat mencapai base, namun tidak dapat memenangkan game dan malah ANUGERAH yang melakukannya.

Pelatih menggeleng tidak tahu. Tuhan pun lalu menjelaskan, “Jika kasihmu, imanmu, dan hikmat Allah yang ada padamu berhasil memenangkan pertandingan, maka kau akan berpikir bahwa itu semua karena hasil usahamu sendiri. Kasih, iman dan hikmat Allah mampu membawamu ke base, tapi tidak mampu membawamu pulang (home run), hanya anugerah-Ku yang mampu melakukannya. Hanya anugerah-Ku yang tidak dapat iblis curi”.

Semoga, anugerah Allah melingkupi hari-harimu kawanku… seperti telah senantiasa melingkupi ku… God Bless us all my friends..

Tips Memilih Pasangan Hidup Menurut Iman Kristen

Bagi sebagian orang, untuk memilih pasangan hidup bukanlah perkara mudah. Banyak sekali orang yang merasa kuatir ketika harus memutuskan untuk memilih suami atau memilih istri, tidak seperti memilih pacar yang bisa dengan mudah dilakukan. Karena bagi mereka, pasangan hidup itu adalah orang yang akan diajak untuk hidup susah maupun senang selamanya.

Tidak seperti memilih pekerjaan, tempat sekolah, atau memilih suatu barang, memilih pasangan hidup jauh lebih susah. Setiap orang pasti menginginkan pasangan hidup yang baik. Tidak ada manusia di dunia ini yang bercita-cita untuk memilih pasangan hidup yang tidak baik.

Tuhan memberikan kebebasan dalam memilih pasangan hidup. Karena DIA menciptakan manusia dengan kemampuan untuk merasa dan berpikir dengan baik. Dengan kemampuan yang diberikan ini, seharusnya manusia memilih seseorang untuk menjadi pendamping hidupnya berdasarkan yang Tuhan kehendaki juga.

Untuk memilih pasangan hidup, Alkitab memberikan beberapa pandangan :

1. PILIH PASANGAN YANG SEIMAN

Dalam 2 Korintus 6:14-15 dikatakan : “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?”

Pasangan yang seiman sangat penting untuk diperhatikan, karena itu menyangkut hal yang sangat mendasar, yaitu dasar dan pandangan hidup. Perbedaan iman dan keyakinan akan mempersulit proses komunikasi dan penerimaan satu dengan yang lain.

2. ADANYA KESESUAIAN (COMPATIBILITIES)

Tuhan menghendaki agar setiap orang Kristen mendapatkan pasangan yang seimbang dan sesuai di dalam kehidupannya. Seperti tertulis dalam Kejadian 2:20 – “Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.”

Kesesuaian artinya mempunyai perbedaan tetapi bisa saling melengkapi dan saling menerima. Kesesuaian adalah kunci untuk sebuah hubungan yang kuat. Kesesuaian tidak berarti harus sama persis. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kesesuaian ini, yaitu meliputi bidang-bidang: kerohanian, kemampuan rasio, dan kematangan sikap hidup. Semakin sedikit kesesuaian yang ada, semakin sulit untuk membangun relasi yang kuat dan mantap. Oleh karena itu, sebelum hubungan bergerak terlalu jauh, perhatikanlah masalah kesesuaian ini. Ingatlah, pernikahan hanyalah pengalaman sekali seumur hidup.

3. KARAKTER YANG BAIK

Dalam Kejadian 24:13-14 dikatakan – “Di sini aku berdiri di dekat mata air, dan anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk menimba air. Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum–dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu.”

Ayat diatas adalah kisah Eliezer ketika menemukan Ribka. Eliezer meminta Tuhan untuk menunjukkan kepadanya seorang wanita yang tindakannya menunjukkan kerendahan hati, ketaatan, dan sikap melayani.

Dari kisah Eliezer menemukan Ribka bagi Ishak, terdapat beberapa tips yang berguna dalam proses menemukan pasangan hidup yang cocok. Perhatikanlah beberapa tips sederhana berikut ini:

1. Carilah di tempat yang tepat.

Eliezer tidak mencari pasangan bagi Ishak di kampung orang Kanaan. Ia mencari pasangan bagi Ishak di tempat di mana orang- orang juga menyembah Tuhan yang benar. Demikian juga bagi kita sekarang. Temukanlah calon pasangan hidup kita, di tempat yang tepat.

2. Minta pertolongan Tuhan.

Eliezer berdoa dan memohon pimpinan Tuhan (Kejadian 24:12). Demikianlah juga hendaknya yang kita lakukan. Dengan berdoa berarti kita mengakui keterbatasan yang ada, dan sekaligus mengakui keutamaan Tuhan di dalam kehidupan kita.

3. Jangan mendasarkan keputusan semata-mata mengikuti satu “tanda”.

Meskipun kita menyakini “tanda” itu berasal dari Allah, tetapi kita harus tetap mempergunakan akal sehat. Eliezer terus menerus mengamati dan menilai Ribka, walaupun ia sudah mendapati bahwa “tanda” yang dimintanya telah terpenuhi (Kejadian 24:21).

4. Meminta pertimbangan orang lain.

Ribka pun sebelum ia akhirnya bersedia mengikuti Eliezar, terlebih dahulu mendengarkan pendapat dari keluarganya (Keluaran 24:51,58-61). Satu hal yang perlu diingat dalam masa pencarian pasangan hidup adalah : “TRUE LOVE TAKES TIME”.

Memilih pasangan hidup memang ditentukan oleh cara pandang dan perilaku seseorang dalam kehidupannya. Cara pandang tentang kehidupan yakni agama menjadi salah satu tolak ukur seseorang dalam menentukan pasangan hidup. Seseorang tidak akan mudah memilih calon pasangan hidup yang tidak seagama, kalau pun ada kejadian seperti itu maka kedua pasangan tersebut telah cinta buta. Ya, bisa dikatakan juga cinta setengah mati yakni kecintaan kepada seseorang dengan meninggalkan nilai dan aturan dalam hidup.

Perilaku yang dapat mempengaruhi tolak ukur penentuan calon pasangan hidup adalah kebiasaan seseorang sehari-hari. Seseorang yang hedonis, suka pergi ke diskotik. Maka biasanya dia akan lebih suka memilih pasangan yang hedonis juga. Kenapa bisa demikian? Karena standar bahagia antara orang yang tinggi rohaninya berbeda dengan orang hedonis (menempatkan kesenangan kepada kebahagiaan materi yang sesaat).

Itu sebabnya, bagi Anda yang belum menikah sebaiknya melakukan perbaikan diri. Menjaga pergaulan sehari-hari dengan memperhatikan nilai agama dan sosial. Percayalah, Anda akan mendapatkan pasangan hidup yang baik, dan akan menghampiri Anda.

Bila ingin pintar, seseorang harus rajin belajar, bila ingin kaya seseorang harus berhemat, begitu pula tentang pasangan hidup. Bila menginginkan pasangan hidup yang baik maka kita juga harus baik. Tak ada sesuatu di dunia ini yang untuk mendapatkannya tidak memerlukan pengorbanan. Segala sesuatu ada harganya termasuk bila ingin mendapatkan pasangan hidup yang baik.

Ya, dimulai dari diri sendiri. Bila kita bercita-cita untuk mendapatkan pasangan hidup yang baik, maka kita sendiri harus baik. Percayalah, Tuhan telah memasangkan manusia sesuai dengan karakter dan derajat mereka masing-masing. Manusia yang baik hanyalah untuk manusia yang baik pula, begitu pula sebaliknya.

Berikutnya adalah tentang masalah fisik. Banyak yang berkata bahwa wanita cantik hanya pantas untuk laki-laki tampan, begitu pula sebaliknya. Dan apa yang terjadi ketika teman kita yang mungkin tak begitu cantik mendapatkan suami yang tampan dan juga kaya, maka kita biasanya akan protes. Kita merasa bahwa dirinya tak pantas dan kitalah yang lebih pantas.

Inilah yang menutupi rezeki kita. Perasaan iri dan dengki menutupi rezeki kita untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Orang yang hatinya dipenuhi penyakit hati biasanya akan memancarkan aura negatif. Sebaliknya, orang yang hatinya bersih maka aura positiflah yang akan terpancar keluar dari dalam jiwanya. Tentunya siapa pun pasti akan lebih memilih orang yang memiliki aura positif daripada negatif.

Intinya, bila kita menginginkan pasangan hidup yang baik yang sesuai dengan keinginan kita, maka hal penting dan sederhana yang harus kita lakukan adalah berkaca dan berkaca serta terus-menerus memperbaiki diri sendiri. Tak ada artinya kita menuntut orang lain berbuat sesuatu, bila kita sendiri juga tidak berbuat. Hal tersebut akan sia-sia.

Perbaikan diri memang sangat sulit untuk dimulai apabila kita belum lapang dalam menilai diri kita sendiri. Intropeksi kepada semua yang telah kita lakukan di masa lampau hingga kini. Bercerminlah pada aturan agama, apakah yang kita lakukan sudah benar atau kurang optimal dalam menjalankan perintah Tuhan. Manusia adalah tempat kesalahan dan kelalaian, jadi bila belum mengaku sebagai insan yang berdosa dan lemah, maka ada sesuatu yang salah pada diri kita saat ini.

Kepribadian seseorang dapat dinilai dari raut mukanya ketika kita bertemu pertama kali. Seseorang yang sering cemberut dan muram itu menandakan dirinya berada dalam kondisi yang tidak mengenakkan hati dan pikiran. Artinya dia seseorang yang bermasalah. Berbeda halnya dengan seorang yang tampak selalu tenang dan murah senyum. Maka itu penampakan dari hati yang tenang dan pikiran yang bersih.

Selain itu, seseorang yang dekat dengan Tuhan pasti akan disayangi oleh manusia sekitarnya. Seorang yang taat beragama dibutuhkan di mana pun dia berada. Karena seseorang yang taat beragama akan bergaul dengan baik dengan orang-orang yang ditemuinya.

Mendekatkan diri pada Tuhan tidak harus pamer kepada orang lain bahwa kita sering pergi ke gereja. Justru bila kita diam-diam dan benar-benar ingin mendekatkan diri pada Tuhan, akan menghasilkan pengaruh yang besar dalam perubahan diri kita. Seseorang yang biasa menjaga dirinya dengan aturan agama akan mempunyai kebiasaan untuk menjaga tingkah laku dan perkataannya.

Manusia tidak ada yang sempurna! Itu yang harus ada dalam benak seseorang yang sulit menemukan pasangan hidup. Bisa saja kita terlalu mematok standar pasangan ideal yang terlalu tinggi, bila dibandingkan dengan kuantitas kita sebagai insan. Misalnya kita inginkan adalah seseorang yang baik dan jujur sebagai pendamping hidup, tetapi kita tidak pernah memperhatikan kebaikan dan kejujuran diri kita sendiri.

Tips paling jitu untuk mendapatkan pasangan hidup adalah doa. Ya, doa adalah senjata terbaik bagi orang beriman. Dengan doa yang kita panjatkan kepada Tuhan akan memberikan hasil yang luar biasa kepada diri kita sendiri. Berdoa dapat meningkatkan kemampuan komunikasi kita. Berdoalah kepada Tuhan secara detail.

Ada beberapa kualitas karakter yang penting bagi orang Kristen yang akan memasuki pernikahan pada masa kini, yaitu :

Kesediaan untuk melayani, kerendahan hati (Yohanes 13:1-7, Roma 12:16).
Kemurnian dalam hal seksual (Roma 13:13-14,Ibrani 13:4).
Prioritas yang benar dalam hidup (Pengkhotbah 2:1-11).
Komitmen untuk bergereja dan melayani (Ibrani 10:24-25).
Sikap mengasihi (Yohanes 13:35).
Penguasaan diri (Amsal 23:20-21).
Tanggung jawab (1 Timotius 5:8).

Tentunya daftar ini tidak seharusnya menjadikan kita mencari orang yang sempurna. Tidak ada orang yang sempurna, tetapi kesediaan untuk terus belajar dan bertumbuh dalam karakter-karakter di atas sangatlah penting.

Selamat mencari pasangan bersama dengan Tuhan !

 

Tuhan Yesus Memberkati ^_^

Miliki Perkataan yang Mendatangkan Berkat Kehidupan

miliki-perkataan-yang-mendatangkan-berkat-kehidupanHidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Amsal 18:21

Mengiring Yesus dalam kehidupan umat Tuhan senantiasa penuh dengan masalah dan problema. Semua pencobaan yang datang dalam hidup kita diijinkan oleh Tuhan untuk dapat membentuk kita semua hingga mencapai kepada kesempurnaan. Ketika kita bertobat dan menerima Yesus sebagai juruselamat kita, masih banyak hal dalam kehidupan kita yang tidak berkenan di hadapanNya. Semua hal yang tidak berkenan ini dalam hidup kita ini tentunya akan menghalangi kita untuk menerima berkat dari Tuhan.

Salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah perkataan yang kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi. Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar.” Yak 3:4-5a

Firman Tuhan mengatakan bahwa apa yang kita ucapkan dapat mengendalikan keseluruhan hidup kita bagaikan sebuah kemudi yang kecil dapat mengendalikan arah dan tujuan sebuah kapal yang besar.

Perkataan yang positif akan memberikan dampak yang positif juga bagi hidup kita, apalagi jika kita memperkatakan Firman Tuhan. Firman Tuhan akan membentuk kehidupan kita dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang tidak tahu menjadi berhikmat, dari yang tidak punya menjadi punya, dari yang sakit menjadi sehat, dari yang tidak mampu menjadi mampu, dari yang kecil menjadi besar.

Pertama kali Tuhan Allah menciptakan dunia ini beserta isinya dan alam semesta adalah dengan memperkatakan Firman: “Jadilah….”, maka semuanya itu tercipta.

Setiap pelayanan Yesus sewaktu Dia menjadi manusia selalu memperkatakan Firman Tuhan. Ketika Dia dicobai oleh iblis, yang keluar dari mulutNya adalah Firman Tuhan. Oleh FirmanNya itulah siasat si iblis dapat dikalahkan.

Tuhan adalah pencipta, dengan FirmanNya hidup kita dapat diciptakan seturut dengan kehendakNya. Oleh karena itu, perkatakanlah Firman Tuhan dalam setiap langkah hidup kita, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah, bahkan dalam keadaan kehilangan harapan sekalipun. Tanpa kita sadari, Firman yang kita perkatakan akan bekerja secara ajaib (supranatural), membentuk, menciptakan, mengubahkan keseluruhan hidup kita sesuai dengan rencanaNya.

Hal yang menjadi halangan berkat Tuhan:

Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.
 ” Yak 3:9-12

Perkataan-perkataan yang negatif akan membentuk hal-hal yang negatif juga dalam kehidupan kita. Masalah yang kita alami sehingga membuat kita merasa tidak mampu, kelelahan, putus asa, kecewa, marah dan hilang pengharapan dapat membuat kita mengeluarkan kata-kata yang negatif dan tidak berkenan di hadapan Tuhan. Hal ini tidak akan membuat masalah kita menjadi selesai, tetapi dapat memperburuk keadaan. Kata-kata negatif yang keluar dari mulut kita dapat menjadi kutuk atas kehidupan kita bahkan kutuk bagi orang lain jika diucapkan terhadap orang lain. Kutuk ini akan mengikat hidup kita sehingga kita tidak bisa memperoleh berkat yang sudah Tuhan sediakan bagi kita. Tapi tentunya kutuk ini juga dapat dilepaskan di dalam nama Yesus Kristus.

Kisah bangsa Israel yang mengembara di padang gurun selama 40 tahun merupakan pelajaran bagi kita semua sebagai umatNya. Kita banyak melihat sungut-sungut bangsa Israel sehingga mendatangkan murka Tuhan. Bahkan hampir seluruh generasi Musa tidak dapat memasuki Tanah Perjanjian, kecuali Yosua dan Kaleb. Ini semua akibat ulah bangsa Israel yang menggerutu atas keadaan yang mereka alami dan tidak percaya akan janji Tuhan.

Ucapkanlah hal-hal positif, perkatakanlah Firman Tuhan dan mengucap syukur atas segala hal.
Dalam keadaan seburuk apapun, kita harus tetap mengendalikan lidah kita agar tidak mengucapkan kata-kata yang mendatangkan kutuk atas hidup kita.
Tetap perkatakan Firman Tuhan dalam segala keadaan, maka Dia akan mengambil alih hidup kita dan memberikan jalan keluar atas segala masalah yang kita hadapi. Dan kita akan melihat janji Tuhan digenapi dan berkatNya mengalir dalam kehidupan kita.

Mulut orang benar adalah sumber kehidupan, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman. ” Ams 10:11

Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati. ” Ams 15:4

Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran. ” Ams 21:23

Titik Kecil ( Cara Pandang )

Cara Memandang

titik kecilSeorang motivator bisnis yang terkenal, Jim Rohn, diundang sebuah perusahaan untuk melakukan motivasi  memacu semangat karyawannya yang sudah mengendor.

Dalam presentasinya, Jim Rohn mengambil satu kertas putih yang besar, kemudian dia membuat sebuah titik hitam kecil dengan pen persis di tengah kertas itu.

Dia kemudian memperlihatkan kertas itu kepada semua orang yang hadir disana. Lalu bertanya, “Apakah yang dapat lihat di kertas ini?”

Dengan cepatnya seorang pria langsung menjawab “ Saya melihat sebuah titik hitam”.

“Baik, apa lagi yang kamu lihat selain titik hitam?” Jim kembali bertanya.

yang lainnya terus memberikan jawaban yang sama : “Hanya sebuah titik hitam.”

“Tidakkah kamu melihat yang lainnya, selain titik hitam?”

Jim bertanya terus mengejar jawaban lain. “Tidak” dengan serentak, hampir seluruh pengunjung itu menjawabnya.

“Bagaimana dengan lembaran kertas putih ini?”

Jim kembali bertanya “Saya yakin kamu semua pasti melihatnya, tetapi mengapa tidak ada yang memperhatikannya?

Dan hanya melihat pada sebuah titik kecil saja?”

Jim kemudian menjelaskan : “Dalam hidup ini, kita juga selalu lalai dan mengabaikan akan banyak hal hal yang baik, hal2 yang dahsyat, hal2 yang cermerlang, hal2 yang indah, yang kita miliki atau pernah terjadi di sekitar kita, dan kita selalu hanya Fokus dan memberikan perhatian pada masalah Kecil, masalah Sepele, masalah Keuangan, masalah Kekecewaan, masalah Kegagalan.

Masalah kita itu, persis seperti sebuah titik hitam kecil , dalam lembaran kertas besar ini.

Masalah itu hanyalah kecil dan tidak signifikan, jika kita dapat meluaskan pandangan kita untuk melihat dalam hidup kita, persis seperti kita lihat seluruh lembaran kertas ini, maka titik hitam tadi sangat kecil dan hampir tidak berarti.”

Apakah Anda termasuk orang yang juga selalu melihat titik hitam itu ?

So, Ubah cara kita dalam memandang setiap masalah & rintangan yang ada, jangan hanya fokus pada titik hitam itu saja,melainkan pandang ke pada Yesus.

Katakan pada setiap masalah yang kini engkau hadapi, bahwa Tuhan yang engkau sembah lebih besar dari masalahmu.

Tuhan Yesus Memberkati ^_^

Memahami Musim Kehidupan

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:11

Ini adalah janji Tuhan bagi setiap orang percaya. Sebuah hari depan yang penuh harapan.

Lalu tiba-tiba krisis ekonomi global terjadi, PHK besar-besaran sudah membayangi, perekomonian berada dalam ketidak jelasan. Semakin hari, situasi makin bertambah buruk. Kemudian timbul sebuah pertanyaan, “Apakah Tuhan melupakan janjinya itu?”

Mungkin Anda sudah familiar dengan bait-bait syair berikut :

Tuhan tidak pernah berjanji Langit akan selalu biru dan Bunga bertaburan di seluruh jalan Kehidupan kita..

Tuhan tidak pernah berjanji :
Ada matahari dan tidak ada hujan…
Ada kesukaan dan tidak ada kecemasan…
Ada kedamaian dan tidak ada kesakitan…

Tapi Tuhan menjanjikan kekuatan Untuk tiap hari Kelegaan bagi yang letih dan berbeban berat.
Hari depan yang penuh harapan tetap ada, namun bukan berarti tidak ada kesulitan, peluh, dan kerja keras.

Kehidupan ini memiliki musim-musim yang harus dilalui oleh setiap orang. Mungkin lebih tepat diperumpakan dengan empat musim seperti di daerah eropa sana, musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim gugur. Krisis ekonomi yang terjadi hari ini bukannya tidak terprediksi, seperti musim-musim di alam ini, semuanya telah ada tanda-tanda yang jelas. Dan jika manusia mau memperhatikannya dengan baik, maka pasti orang tersebut tidak akan hancur oleh krisis yang terjadi.

Ada empat hal yang bisa dipelajari dari empat musim di alam ini yang bisa diterapkan dalam kehidupan:

Musim semi, semua mahluk hidup keluar dari tempat tinggalnya. Kuncup daun bermunculan. Kehidupan yang bergairah dimulai kembali. Ini adalah waktu untuk bekerja. Petani mulai membajak dan menabur di ladangnya. Musim semi kehidupan ini selalu ada disegala situasi kehidupan, bahkan pada masa resisi ekonomi. Musim semi ini biasanya terbungkus dalam kertas kado kerja keras.

Jangan pernah menunda untuk mengerjakan apa yang Anda bisa lakukan di hari ini untuk di lakukan besok. Saat terbaik untuk membuat usaha Anda sukses adalah hari ini. Jangan pernah menunggu besok.

Musim berjalan, menyiangi dan menjaga tanaman agar tumbuh dan menghasilkan buah adalah yang dilakukan petani sampai musim panas tiba. Ladang menguning, dan sudah siap dituai. Masa penuaian bukanlah tanpa kerja keras, bahkan mungkin kerja lebih keras namun dalam sukacita karena usaha yang kita kerjakan menghasilkan sesuatu.

Menuai, atau mendapatkan hasil, bukan berarti bisa dihabiskan begitu saja. Anda harus memikirkan untuk menyimpan benih untuk ditanam di musim berikutnya, begitu juga bahan makanan untuk musim dingin, dan juga jangan lupa berbagi kebahagian dengan sanak saudara dan juga mereka yang tidak beruntung.

Demikian juga dengan tuaian hasil kerja keras Anda dalam bentuk uang. Pastikan Anda menabung untuk Anda investasikan kembali, menyimpan untuk kebutuhan hidup Anda, dan juga memberi, baik itu perpuluhan, persembahan, ataupun untuk kegiatan sosial.

Musim gugur adalah waktu Anda membenahi rumah dan sekitar Anda untuk persiapan musim dingin. Pastikan rumah Anda cukup hangat untuk menghadapi musim dingin, mungkin saja badai bisa datang.

Hope the best prepare for the worst, itu mungkin tepatnya yang perlu Anda lakukan. Tidak ada seorangpun mengharapkan hancurnya perekonomian, namun persiapan harus selalu Anda lakukan. Pastikan keluarga Anda berada dalam kondisi baik, dan tidak berkekurangan. Sesulit apapun ekonomi, namun ketika keluarga terikat kuat dalam kasih, dan kebersamaan, maka semua pasti bisa dilalui dengan baik.

Musim dingin, ini adalah musim yang membuat seluruh daratan tertutup es. Tak banyak mahluk hidup yang berkeliaran di alam bebas untuk mencari makanan. Semua mahluk sudah tahu bahwa kemungkinannya begitu kecil untuk hal itu. Namun, jika Anda membajak dan menabur di musim semi, dan menuai serta menyimpan hasil panen di musim panas, serta bersiap dengan baik pada musim gugur maka Anda tidak perlu kuatir pada musim dingin ini.

Ini adalah waktu Anda menenangkan diri, tidak perlu panik dengan situasi pasar yang berada dalam masa-masa gelap dan tak menentu. Pastikan Anda menggunakan uang Anda dengan bijak, memilih investasi Anda dengan benar, dan tetaplah bekerja.

Yang terpenting dari semua usaha yang Anda lakukan selama musim kehidupan Anda, libatkanlah Tuhan dalam setiap langkah yang Anda buatKita bisa belajar bahwa hasil akhir semua usaha kita yang menentukan adalah Tuhan. Dengan melibatkan Dia, maka hasil akhir apapun yang kita terima, maka kita dapat mensyukurinya karena berkat Tuhan menyertai kita.